Fit

Bahaya masker kain, dr Alex Ginting: Tularkan covid-19 jika digunakan berulang

Bahaya masker kain tularkan covid jika digunakan pasien covid-19.

Selama ini penggunaan masker kain disebut cukup efektif. Apalagi di awal pandemi covid-19 masker medis yang sekali pakai kala itu sulit didapat.

Namun siapa sangka masker kain yang biasa kita gunakan juga ternyata bisa infeksius atau bisa berpotensi menular jika digunakan tidak tepat.

Ungkapan soal bahaya masker kain itu disampaikan Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting. Ia mengatakan masker kain tidak bisa digunakan berulang jika sudah dipakai pasien positif COVID-19. Pasalnya masker itu bisa jadi media menularkan virus.

Masker dari kain bikinan rumah
Masker dari kain bikinan rumah. Photo: Instagram @unpokocrazy

“Masker kain ini kalau dipakai yang kontak positif dan kemudian mereka konfirmasi apalagi PCR-nya positif maka ini masker kain adalah infeksius. Jadi kita anjurkan merendam, dicuci kemudian dibuang,” kata dr Alex Ginting dalam talk show BNPB, Minggu 21 Februari 2021.

Selain itu menurut dr Alex, masker kain hanya dapat menyaring virus dengan partikel 0.1 sampai 0.3 sebanyak rata-rata 40 persen.

Kemampuan itu jauh bila dibandingkan masker medis atau bedah yang mampu menyaring 70-80 persen, juga bila dibandingkan dengan masker N95 yang mampu menyaring hingga lebih dari 95 persen.

Karenanya orang yang telah dinyatakan positif COVID-19 tidak disarankan menggunakan masker kain karena masih bisa menularkan virus ke orang lain.

“Kalau dia pergi ke orang lain ada sekumpulan orang di situ dia akan menularkan. Jadi itu perbedaannya. Masker bedah dan N95 ada dua fungsinya satu dia tidak tertular, kedua kalau dia infeksi dia tidak menularkan ke orang,” kata Alexander, dilansir laman Kumparan Minggu 21 Februari 2021.

Dalam talkshow itu juga, dr Alex mengingatkan agar masyarakat yang merasa sehat rajin mencuci masker kainnya. Juga tidak menggunakan masker tersebut saat datang ke rumah sakit.

“Masker kain ini tidak boleh dipakai kalau kita ke ICU, ke UGD, ke daerah yang highly infection tak boleh,” kata Alexander.

Beberapa jenis masker yang dilarang CDC

Beberapa waktu lalu Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan pedoman anyar mengenai penggunaan masker di tengah pandemi. Ada beberapa jenis masker yang disarankan dan dilarang digunakan oleh CDC.

Sarung tangan dan masker medis
Sarung tangan dan masker medis. Foto: leo2014 dari Pixabay

“Ada banyak bukti yang memperlihatkan kerja masker dalam menurunkan risiko penularan bagi semua orang,” ujar peneliti kesehatan lingkungan, Joseph Gardner Allen, melansir CNN.

Kamu juga disarankan untuk menggunakan masker minimal dua atau tiga lapis. Jauhi masker buff yang ditemukan tidak efektif melindungi diri dari paparan virus.

“Selain level filtrasi, kita juga harus memperhatikan ukuran masker, apakah sudah pas untuk melindungi bagian hidung hingga dagu, dan memastikan kita bisa bernapas dengan baik,” jelas Allen.

Dalam panduan teranyarnya, CDC mengeluarkan beberapa jenis masker yang dilarang atau sebaiknya tak digunakan di antaranya, masker N95 (disarankan hanya untuk medis, tidak untuk pribadi), masker berkatup (mirip dengan N95 namun memiliki penyaring udara), dan yang terakhir masker kain dengan pori-pori besar.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close