Trending

Muncul spekulasi kebakaran Kejagung, Bamsoet: Selidiki terbuka

Kekhawatiran pemerintah terhadap munculnya spekulasi kebakaran gedung Kejagung, membuat Ketua MPR RI Bambang Soesatyo angkat bicara.

Bamsoet sapaan akrabnya mengungkapkan rasa keprihatianannya atas peristiwa terbakar gedung Kejagung RI dan meminta pihak terkait melakukan penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kebakaran dilakukan secara terbuka.

Baca juga: 11 jam terbakar, kondisi gedung Kejagung seperti bangunan tua

Ketua MPR mengingatkan dalam keterangannya, penyelidikan terbuka berguna untuk menjawab spekulasi yang banyak beredar terkait kebakaran gedung Kejagung atas terbakarnya berkas perkara yang tengah ditangani institusi hukum tersebut.

Kebakaran gedung kejagung
Kebakaran gedung kejagung Foto: Antara

Spekulasi yang muncul tersebut dinilai wajar mengingat peristiwa kebakaran di Kejagung bertepatan dan dikaitkan dengan perkara yang tengah dilakukan Kejagung saat ini.

“Saya menyarankan agar dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan terbuka, terutama karena musibah ini terjadi ketika Kejagung masih menangani kasus Djoko Tjandra dan kasus Jiwasraya, dua kasus yang masih menjadi perhatian publik,” ujar Bambang Soesatyo.

Terkait pernyataan pejabat Kejagung yang telah disampaikan secara terbuka ke masyarakat, Bamsoet menilai langkah tersebut belum cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu public.

Permintaan penyelidikan secara terbuka itulah yang diperkirakan banyak spekulasi di masyarakat yang akhirnya membuat Ketua MPR RI ini mengeluarkan pernyataan atas kekhawatiran terhadap munculnya keingintahuan masyarakat terhadap dampak peristiwa kebakaran yang telah terjadi.

Gedung Kejagung terbakar
Gedung Kejagung terbakar Foto: Antara

Ia menyebut muncul juga dugaan kalau kebakaran itu sebagai tindakan sabotase untuk menghilangkan barang bukti atau berkas perkara. Untuk itu. Bambang Soesatyo mendorong Kejagung segera merespon isu-isu yang beredar itu.

“Menurut saya, itu kebakaran skala besar untuk sebuah komplek perkantoran yang strategis karena berlangsung selama beberapa jam hingga tengah malam tadi. Gedung itu pasti selalu dijaga karena ada dokumen penting, termasuk alat penyadap,” ujar BambangSoesatyo.

Selain itu, ia yakin Gedung Kejaksaan Agung dilengkapi dan didukung sejumlah alat bantu pencegah kebakaran besar, seperti detektor asap, alarm kebakaran hingga alat pemadam api, tetapi api sangat besar dan cepat melalap gedung itu.

Kondisi gedung Kejagung pasca terbakar
Kondisi gedung Kejagung pasca terbakar Foto: Rmol

Kebakaran di Kejagung

Kebakaran gedung Kejagung terjadi pada sabtu malam (22/8) pada pukul 19.10 WIB dan baru berhasil dipadamkan minggu pagi pukul 06.28 WIB.

Terbakar selama 11 jam, membuat api merambat ke beberapa lantai gedung, kobaran api yang sangat besar juga dilaporkan tak hanya menghanguskan gedung saja. Beberapa pohon yang berada di lingkungan Kejagung turut hangus terbakar.

Petugas Jakfire memastikan seluruh titik api telah dipadamkan dan kondisi gedung kejagung dinilai aman dari api yang menghanguskan seluruh bagian gedung. “Pukul 06.28, api yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sudah dapat dipadamkan,” tulis akun tersebut.

petugas Jakfire harus menerjunkan sebanyak 65 unit mobil damkar serta kendaraan taktis pendukungnya. Jakfire juga menerjunkan 2 unit mobil Brontho Sky Lift untuk memadamkan gedung di tingkat tinggi.

Sebelumnya Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung (Kapuspen Kejagung) Hari Setiyono menyebutkan gedung yang terbakar terdiri dari lantai 4,5 dan 6. Lantai tersebut merupakan ruang kepegawaian

“Gedung Utama 4,5,6,” ucap Hari saat dikonfirmasi, Sabtu 22 Agustus 2020.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan kalau gedung tersebut merupakan bagian kepegawaian. Ia pun tidak mempermasalahkan jika ada dokumen yang hangus.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close