Fit

Banyak pasien covid menyesal tolak vaksin, penyakit jadi tambah parah

Banyak pasien covid-19 yang menolak menerima vaksin mengaku menyesal. Kini mereka terpaksa harus berjuang mendapat perawatan di rumah-rumah sakit yang penuh.

Pada sebuah temuan yang disampaikan BBC, pada sebuah rumah sakit persis kenaikan setengah kasusnya karena mereka yang menolak vaksin. Dan lagi-lagi mereka mengaku menyesal.

Kasus serupa juga nampak terlihat di sebuah rumah sakit di Inggris, tepatnya di Bradford Royal Infirmary. Kasusnya serupa. Dari pengakuan pasien, Faisal Bashir (54 tahun), selama ini dia arogan menolak vaksin.

Sebab dia merasa tubuhnya kuat dan sehat lantaran kerap menjalani hidup bugar seperti olahraga dan sebagainya. Dia lantas berikap arogan pada vaksin.

“Saya pergi ke gym, bersepeda, berjalan kaki, dan berlari. Karena saya kuat dan sehat, saya pikir saya tidak membutuhkan vaksin. Namun faktanya, saya tidak dapat menghindari virus itu. Virus itu masih menyerang saya. Saya tidak tahu bagaimana ketika itu,” kata Bashir.

Alhasil Bashir kemudian dirawat, sampai selang oksigen menempel di tubuhnya. Menurut Faisal, selama ini dia arogan menolak mendapat vaksin karena dipengaruhi media sosial. Selain itu, dia juga kerap mengkonsumsi berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pasien covid mendapat asupan oksigen. Foto: Ist.
Pasien covid mendapat asupan oksigen. Foto: Ist.

Seperti adanya risiko pembekuan darah yang sangat rendah akibat vaksin AstraZeneca. Faisal percaya dan mengaku ogah ketika itu. Namun setelah menjadi pasien covid, beliau baru sadar akan kesalahan sikapnya.

Dia kini ingin aktif memperingatkan orang lain untuk tidak mengulangi kesalahannya. “Apa yang saya alami di rumah sakit, yaitu perawatan dan keahlian para tenaga medis, membuat hati saya luluh,” katanya.

“Orang-orang memenuhi rumah sakit karena mengambil risiko tidak divaksin dan itu salah.

“Saya merasa tidak enak. Saya merasa sangat menyesal dan berharap bisa angkat bicara, saya dapat membantu orang lain menghindari kesalahan ini,” kata Bashir.

Covid incar orang yang belum suntik vaksin

Sementara itu salah seorang dokter di Inggris, Abid Aziz, mengatakan, setengah dari pasien yang ada di rumah sakitnya juga belum divaksin.

“Saya berhenti menanyakan alasan mereka karena mereka jelas malu,” kata dia.

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak
Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak

Menurut dia, kaum muda saat ini yang turut mendorong kenaikan kasus. Pasien yang ada sekarang rata-rata lebih muda daripada gelombang sebelumnya yang didominasi orang berusia usia 30-an dan 40-an tahun.

“Beberapa pasien telah menerima dua dosis vaksin dan mengalami penyakit yang lebih ringan. Mereka bertahan hidup dengan Cpap (ventilasi non-invasif dengan oksigen). Tanpa vaksin mereka mungkin akan mati,” kata dokter Abid Aziz lagi.

“Pasien yang lain baru saja mendapatkan dosis vaksin pertama sehingga tidak sepenuhnya terlindungi dari virus corona. Yang mengkhawatirkan, sekitar setengah dari pasien di bangsal hari ini belum divaksin,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close