Trending

Bareskrim: Irjen Napoleon tersangka langgar Pasal 107 jo 351 KUHP

Kasus penganiayaan penista agama M Kece di Rutan Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara. Dalam kasus tersebut Bareskrim bahkan telah ambil keputusan dalam penetapan tersangka Irjen Napoleon .

Secara resmi Barekrim mengumumkan jika Irjen Napoleon Bonaparte telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan terhadap M Kece yang terjadi di rutan Bareskrim Polri.

Muslima Fest

Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto menegaskan bahwa penetapan dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara.

Irjen Napoleon Bonaparte
Irjen Napoleon Bonaparte foto: Suara.com



“Sudah (tersangka) menurut laporan hasil gelar perkaranya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu 29 September 2021.

Dalam penetapan tersebut, Napoleon diduga melanggar Pasal 170 jo 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Ancaman hukumannya, penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Pada Selasa (28/9), Napoleon menjalani pemeriksaan yang cukup panjang, yaitu hingga 10 jam. Kemudian, mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditempatkan di sel isolasi terpisah dari tahanan lain.

Irjen Napeleon Bonaparte
Irjen Napeleon Bonaparte. Foto Divhubinter Polri

Tahanan Isolasi Irjen Napoleon

dijelaskan Brigjen Andi, jika Irjen Napoleon selama berada di sel isolasi tidak diperkenankan untuk keluar dari tahanan isolasi maupun menerima kunjungan dari manapun. Sehingga selama dalam penjara isolasi tidak diperbolehkan interaksi dengan orang.

“Tidak boleh keluar untuk kepentingan penyidik,” kata Andi Rian kepada wartawan Rabu 22 September 2021.

Salah satu syarat yang diperbolehkan Irjen Napoleon keluar dari tahanan isolasi yakni jika diperlukan untuk penyidikan Bareskrim saja. Hal tersebut terkait dengan penyelidikan atau proses kelanjutan atas aksi penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon.

Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.
Irjen Napoleon Bonaparte. Foto: Ist.

Proses hukum selanjutnya, kata Andi, penyidik akan melakukan evaluasi hasil pemeriksaan terhadap keterangan para saksi termasuk keterangan Irjen Napoleon. Kemudian penyidik baru akan melakukan pelaksanaan gelar perkara.  

“Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin,” jelas dia.

Memperkuat dari alasan Irjen Napoleon yang melakukan penganiayaan kepada M Kece karena membela keyakinan agam Islam yang dianutnya tersebut, dinilai dari sisi lain oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak.

Jika merunut dari perjalanan yang terjadi, merupakan runtutan yang memang sudah harus terjadi. Dimana Irjen Napoleon merupakan utusan tuhan yang dipilih untuk menyadarakan penista agama M Kece.

Kasus yang menjerat Irjen Napoleon dan M Kece disebut Yusuf memang berbeda jauh, begitupula dengan waktu masuk ke tahanan Bareskrim sangat jauh berbeda waktunya.

Namun tuhan justru mempertemukan Irjen Napoleon dengan M Kece yang kemudian hari timbul penganiayaan atas pembela sosok Napoleon sebagai seorang muslim yang tidak terima agamanya dilecehkan.

“Dia bukan petinggi ormas yang berjuang bersama umat Islam. Berarti NB (Napoleon Bonaparte) adalah manusia pilihan Allah YME yang sudah dipersiapkan dan menanti di tahanan atas kehendak Allah YME,” ujarnya dikutip Hops dari kantor berita Rmol Senin 20 September 2021.

Lebih jauh, Yusuf Martak menganggap Napoleon Bonaparte sebagai orang yang beruntung karena telah menjadi sosok pilihan Tuhan.

“Subhanallah, beruntung sekali NB menjadi orang pilihan Tuhan,” pungkas Yusuf

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close