Trending

Baru dilantik, Jenderal Dudung malah rangkul KKB hingga bikin pemerintah telan ludah sendiri

Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nasir Djamil turut menanggapi soal polemik pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman yang menegaskan agar melakukan pendekatan khusus dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Sebagaimana diketahui, kata Nasir, pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa gerakan KKB di Papua sebagai terorisme.

Muslima Fest
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.. Foto: Istimewa
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.. Foto: Istimewa

Alasannya tak lain karena KKB kerap melancarkan berbagai aksi brutal terhadap warga sipil maupun aparat TNI-Polri. Bahkan belakangan KKB juga membunuh tenaga kesehatan.

“Pendekatan memukul diganti jadi pendekatan merangkul, tapi tentu saja kita teringat di bulan April yang lalu pemerintah telah memasukan KKB sebagai organisasi terorisme, meskipun dikritik oleh banyak pihak, termasuk Komnas HAM,” kata Nasir dalam acara Kompas Petang, dikutip Hops.id pada Jumat, 26 November 2021.

“Tentu pemerintah juga punya argumen kuat, tentu karena KKB Papua membunuh warga sipil, membunuh tenaga kesehatan, membunuh aparat TNI Polri, merusak fasilitas umum,” sambungnya.

Lantas Nasir pun mempertanyakan maksud dan tujuan dari Jenderal Dudung yang justru mengajak agar aparat TNI merangkul pihak KKB Papua.

Tentunya sikap Jenderal Dudung ini berbanding terbalik dengan sikap pemerintah yang menyatakan status KKB sebagai terorisme.

Oleh sebabnya Nasir menilai, ujaran yang diucapkan mantan Pangdam Jaya itu seakan membuat pemerintah menelan ludahnya sendiri.

“Pertanyaan saya, apakah pernyataan dari KASAD Jenderal Dudung Abdurachman itu sebagai sikap resmi pemerintah? Lalu bagaimana dengan sikap resmi pemerintah di bulan April yang lalu terkait penetapan KKB sebagai organisasi terorisme. Kalau begini kan kesannya pemerintah seakan menelan ludah sendiri,” ujar Nasir.

Nasir pun menyarankan agar pendapat Jenderal Dudung dan sikap pemerintah bisa seirama agar tidak menimbulkan tanda tanya di kalangan publik.

“Dan ini apakah kemudian dengan pernyataan Jenderal Dudung ini, pemerintah telah mengeluarkan KKB itu sebagai organisasi terorisme? Kan harus jelas juga, jadi jangan abu-abu, pemerintah tentu harus punya sikap jelas. Di satu sisi, menyebut KKB sebagai organisasi terorisme, lalu sekarang begini (Jenderal Dudung merangkul KKB),” ucap Nasir.

“Konsistensi dibutuhkan agar rakyat memahami sikap pemerintah yang sebenarnya,” imbuhnya.

Pernyataan Dudung soal KKB Papua dirangkul hingga bukan musuh

KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto: Jawa Pos.
KASAD Jenderal Dudung Abdurachman. Foto: Jawa Pos.

Sebagaimana diketahui, Jenderal Dudung baru saja menjabat sebagai KASAD pasca dilantik pada Rabu, 17 November 2021 silam.

Kemudian dalam kunjungan perdananya sebagai KASAD, Dudung langsung menyambangi Papua.

Salah satu topik yang dibahas saat Dudung menginjak tanah Papua ialah soal KKB.

Dalam kunjungannya ke Papua, Jenderal Dudung memberikan berbagai arahan kepada prajurit TNI yang berdinas di wilayah rawan.

Jenderal Dudung menjelaskan bahwa personel TNI harus memiliki pandangan yang sama mengenai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Menurut mantan Pangkostrad ini, KKB sejatinya merupakan kelompok masyarakat yang masih belum memiliki kesepahaman mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh sebab itu, Jederal Dudung mengajak para prajurit TNI agar tidak memandang KKB Papua sebagai musuh. Melainkan saudara setanah air yang belum memiliki pandangan sama.

“Jangan sampai sedikit pun berpikiran bahwa KKB itu adalah musuh kita, mereka saudara kita yang belum paham tentang NKRI,” kata Dudung di Jayapura, mengutip Kompas pada Selasa, 23 November 2021.

Prajurit TNI jangan berpikir sedang berperang

Jenderal Dudung juga meminta agar para prajurit TNI yang bertugas di wilayah rawan tidak berpikiran bahwa sedang ditugaskan untuk berperang.

Dia pun menegaskan bahwa aparat keamanan yang bertugas hanyalah membantu pemerintah yang gencar melakukan pembangunan.

“Saya sudah sampaikan kepada pasukan yang melaksanakan tugas bahwa tugas di Papua ini bukan tugas untuk melakukan operasi perang, tetapi membantu Polri, membantu pemerintah daerah, untuk memulihkan jalur perekonomian, memulihkan situasi keamanan di sini,” ujar Dudung.

“Khususnya kepada mama Papua dan kaum milenial ini harus kita perhatian, kondisi perekonomian, bagaimana pertumbuhannya, sehingga mereka bisa mandiri dan kaum milenial juga generasi penerus bangsa yang harus kita kawal untuk kejayaan Papua ini,” lanjutnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close