Unik

Baru tahu! Tol ternyata singkatan, ini kepanjangannya

Meski sudah ada sejak lama, namun belum banyak yang tahu dari mana asal kata ‘tol’. Itulah mengapa, kami bakal mengurainya untuk memberi insight atau pandangan baru, bahwa tol bisa saja berasal dari singkatan. Lantas, apa kepanjangannya?

Sebagian dari kita, terutama yang memiliki mobil pribadi, mungkin sudah pernah melintasi jalan tol. Lintasan atau jalur bebas hambatan tersebut sejatinya hanya boleh dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

Di sejumlah negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, jalan tersebut lebih dikenal dengan sebutan expressway atau jalur cepat. Sedangkan orang-orang di Eropa sering menyebutnya freeway atau highway. Kenyataan tersebut tentu membuat kita bertanya-tanya, mengapa orang Indonesia menyebutnya ‘tol’?

Ilustrasi kondisi lalu lintas libur panjang
Ilustrasi suasana jaalan tol saat mudik Foto: ist

Kabarnya, tol merupakan singkatan dari tax on location atau pajak yang dibayar di lokasi. Istilah itu mengacu pada kewajiban pengemudi mobil membayar sejumlah uang saat memasuki jalan bebas hambatan tersebut.

Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI sendiri menjabarkan ‘tol’ sebagai ‘pajak memasuki jalan tertentu’. Sehingga, dugaan yang menyebut tol merupakan singkatan ‘tax on location’ terdengar masuk akal dan logis.

Bukan singkatan, jalan tol terjemahan bahasa lain?

Menariknya, ada sejumlah sumber yang meyakini, tol hanya sekadar alih bahasa dari toll road atau jalan raya berbayar. Bukan singkatan seperti yang dipercaya banyak orang.

Diketahui, tol sendiri merupakan aset milik negara. Namun, dengan skema yang diterapkan sekarang, jalan bebas hambatan tersebut secara konsensi menjadi hak korporasi yang berinvestasi di bidang pembangunan dan operasionalnya.

Hak konsesi merupakan hak pengelolaan dan perizinan yang diberikan negara terhadap korporasi.

Sejarah Jalan Tol di Indonesia

Dilansir dari laman Daihatsu, Selasa 4 Mei 2021, sejarah jalan tol pertama di Indonesia ditandai oleh peresmian jalan tol Jagorawi yang dilakukan Presiden Soeharto pada 9 Maret 1978 silam.

Foto: Indowork.

Saat itu, pembebasan tanahnya dibiayai pemerintah dan pembangunannya juga masih dilakukan perusahaan negara. Total konstruksi jalan tol Jagorawi menghabiskan dana sekira Rp16 miliar dengan ruas jalan sepanjang 52 kilometer. Pada saat peresmian, pembangunan jalan tol Jagorawi baru meliputi ruas Jakarta – Citeureup.

Jalan tol Jagorawi pertama digunakan pengemudi mobil yang biasanya melalui jalur Cibinong atau Parung dari Bogor ke Jakarta. Pada peresmian pertama, terdapat delapan pintu masuk tol yang bisa digunakan dan mampu menampung kapasitas hingga 50 ribu kendaraan setiap harinya.

Pembangunan jalan tol di Indonesia terus berkembang hingga adanya otomatisasi sistem pembayaran di gerbang tol. Sejak empat tahun terakhir, pengemudi mobil hanya bisa membayar tarif tol menggunakan uang elektronik atau e-money.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close