Hobi

Arkeolog temukan batu berbentuk penis manusia, usianya lama banget!

Sebuah batu dari zaman Romawi kuno berbentuk penis manusia ditemukan di Kota Catterick, Inggris baru-baru ini. Penemuan ini menjadi salah satu dari ribuan artefak yang ditemukan selama setengah dekade pekerjaan penggalian arkeologi di sekitar kota yang berada di utara Inggris tersebut.

Batu berbentuk penis manusia berukuran sekitar 27 cm itu diyakini berasal dari tahun-tahun awal pendudukan kerajaan kuno di Inggris, yang dimulai pada abad pertama Masehi.

Penemuan ini merupakan salah satu di antara lebih dari 62.000 benda bersejarah yang digali selama lima tahun, yang dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan untuk meningkatkan A1 di sekitar kota Yorkshire Utara–yang didirikan oleh orang Romawi.

Batu berbentuk penis manusia ditemukan di Inggris. Foto: Independent
Batu berbentuk penis manusia ditemukan di Inggris. Foto: Independent

Selain batu berbentuk penis manusia, beberapa benda lainnya juga ditemukan, termasuk kacang pistachio berusia 2.000 tahun–yang tertua yang pernah ditemukan di Inggris–serta tembikar, pembakar dupa, bros, dan karya seni yang mungkin dibawa dari Mediterania.

Melansir laman Independent, Senin 19 Juli 2021, batu berbentuk penis manusia itu sendiri pertama kali digali pada tahun 2014 lalu dan selesai pada tahun 2018. Tetapi analisis penuh dari semua objek diselesaikan oleh Northern Archaeological Associates baru-baru ini.

Semua benda yang ditemukan dari penggalian itu, termasuk 2,8 ton tulang hewan dan 2,5 ton tembikar, akan disimpan di Museum Yorkshire di York, Inggris.

Secara keseluruhan, para ahli mengatakan koleksi itu menawarkan salah satu wawasan paling signifikan tentang kehidupan di kota benteng Romawi yang pernah digali.

Ilustrasi arkeolog sedang menggali. Foto: CBN
Ilustrasi arkeolog sedang menggali. Foto: CBN

Dr Jonathan Shipley, konsultan warisan utama AECOM–raksasa infrastruktur yang melakukan perbaikan jalan-–mengatakan hal itu akan sangat meningkatkan pemahaman manusia tentang pengembangan situs.

Lebih lanjut, Helen Maclean, yang juga dari AECOM, menambahkan, “Ini menyelesaikan 17 tahun pekerjaan arkeologi dan rekayasa terpadu di A1.”

“Ada beberapa penemuan fantastis selama pekerjaan arkeologi, yang telah sangat meningkatkan pengetahuan arkeologi kita,” lanjut Maclean.

Penggalian di sepanjang A1 dianggap punya potensi besar dalam penemuan bersejarah karena sebagian besar jalanan yang ada di wilayah tersebut saat ini, mengikuti rute jalur pada masa Romawi kuno antara York dan Tembok Hadrian.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close