Trending

Bawa nama agama, Ngabalin: Bila Jokowi tak bermanfaat, bisa jadi otak dan matamu…

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan soal kinerja Presiden Joko Widodo alias Jokowi selama ini. Menurut Ngabalin, apabila yang dikerjakan Jokowi tidak bermanfaat, maka bisa jadi ada yang salah dengan mata dan otak pihak yang bersangkutan.

Awalnya, Ngabalin membahas agama yang mengajarkan untuk senantiasa memiliki sifat rendah hati, walaupunsetinggi apapun ilmu yang dimiliki.

“Agama mengajarkan setinggi apapun ilmu pengetahuanmu tetaplah rendah hati,” kata Ngabalin dalam kicauannya, dikutip Hops pada Rabu, 14 Juli 2021.

Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Suara.
Ali Mochtar Ngabalin. Foto: Suara. | Bawa nama agama, Ngabalin: Bila Jokowi tak bermanfaat, bisa jadi otak dan matamu…

Ngabalin pun membahas soal sejumlah pihak yang tidak bisa melihat manfaat dari apapun yang dilakukan atau dikerjakan seorang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Padahal selama ini Jokowi bekerja dengan tulus hati untuk rakyatnya.

Nah apabila banyak orang yang tidak bisa melihat manfaat dari kerja Jokowi tersebut, Ngabalin menilai syaraf orang tersebut mungkin tidak terkontrol dengan baik karena ditutupi oleh kebencian.

Maka, kata Ngabalin, yang harus diperbaiki adalah soal hati nurani dari pihak yang bersangkutan. Terlebih bisa jadi orang tersebut memiliki syaraf otak yang tidak bisa dikontrol dengan baik, lantaran nurani soal kebenaran tertutup oleh rasa benci.

“Kalau apapun yang dikerjakan Jokowi tidak bermanfaat di matamu, maka yang harus kau perbaiki yakni hati dan niatmu,” ujarnya.

“Karena boleh jadi syaraf otakmu tidak terkontrol dengan baik karena kebencianmu telah menutupi nuranimu dari kebenaran,” sambungnya.

Cendikiawan NU kritik pedas Presiden Jokowi dan Luhut

Cendikiawan Islam Nahdlatul Ulama (NU), Ulil Abshar Abdalla turut mengomentari soal gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi belakangan ini, khususnya ketika pandemi Covid-19 semakin parah di tanah air.

Melalui kicauan di jejaring media sosial miliknya, pria yang karib dipanggil Gus Ulil ini mengungkapkan sejumlah kesalahan dari Presiden Jokowi yang terjadi belakangan ini.

Awalnya, Gus Ulil membahas soal kebijakan yang dilakukan pemerintah terkait penanganan kebutuhan tabung oksigen yang semakin menipis.

Kemudian dia membahas kesalahan terbesar dari Presiden Jokowi akhir-akhir ini di tengah dahsyatnya badai Covid-19 di Indonesia.

Adapun kesalahan Jokowi yang pertama ialah menyerahkan komando Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Lebih salahnya lagi, kata Gus Ulil, Luhut selaku koordinator PPKM Darurat malah mengklaim pandemi Covid-19 di Indonesia sudah terkendali.

Padahal temuan di lapangan, pandemi virus Corona di Indonesia semakin parah.

“Kesalahan terbesar Pak Jokowi hari-hari ini, saat gelombang pandemi begitu dahsyatnya: menyerahkan kendali pandemi di Jawa-Bali ke Luhut,” kata Gus Ulil, dikutip Hops pada Rabu, 14 Juli 2021.

“Dan kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali: mengatakan, pandemi sudah terkendali. Sementara kenyataan di lapangan PARAH sekali,” sambungnya.

Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Antara
Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Antara

Di sisi lain ada pula kebijakan Jokowi yang belakangan justru mengizinkan vaksinasi berbayar untuk rakyat. Bahkan yang menyakitkannya lagi, vaksin berbayar itu dinamau Vaksin Gotong Royong.

Gus Ulil mengatakan, padahal vaksinasi berbayar jauh dari cerminan dan ajaran Gotong Royong.

“Kesalahan terbesar kedua Pak Jokowi adalah diam-diam seperti mengizinkan adanya vaksin berbayar, bahkan untuk individu. Dan yg menyakitkan bagi saya: vaksin berbayar itu dinamai Vaksin Gotong Royong. Padahal semangatnya jauh dari ajaran Gotong Royong. Ya Allah, negerikuuu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ulil juga menyarankan agar Jokowi selaku orang nomor satu di Indonesia memimpin langsung dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Lha mbok Pak Jokowi kelihatan terjun sendiri lah, memimpin ‘perang’ melawan pandemi. Oke lah, tugas didelegasikan ke si A, B, C, dan seterusnya. Tapi mbok kelihatan Pak Jokowi panglima utamanya gitu lho. Situasi parah begini, tapi saya ndak melihat kepanglimaan itu pada presiden. Sedih,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close