Trending

Bawa nama Allah, Cak Nun sebut pemerintah radikal hingga ancam lakukan ini

Sejumlah serangkaian aksi terorisme belakangan mulai marak di tanah air. Budayawan Emha Ainun Nadjib secara khusus pernah membahas soal radikalisme di tanah air. Menurut pria yang karib dipanggil Cak Nun ini, sebenarnya yang radikal itu malah pemerintah.

Cak Nun menilai bahwa istilah radikal sendiri secara sengaja kerap digunakan oleh sebuah kelompok untuk menyudutkan agama Islam.

Padahal sebenarnya hal itu berawal dari politik kanan di Amerika Serikat (AS) dan China lantaran keuda kedua negara besar itu takut bahkan khawatir kalau Islam bakal kembali berjaya dan menguasai dunia.

Lebih parahnya, belakangan narasi serupa turut dimainkan sejumlah pihak di dalam negeri, di mana mayoritas penduduknya justru beragama Islam.

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun Foto: Bentang Pustaka
Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun Foto: Bentang Pustaka | Bawa nama Allah, Cak nun sebut pemerintah radikal hingga ancam lakukan ini

Padahal Cak Nun mengungkapkan kalaupun radikalisme memang ada, maka pelakunya bukan Islam, melainkan pemerintah.

Secara khusus, Cak Nun meminta kepada aparat kepolisian dan pemerintah agar tidak mengolok-ngolok Islam secara terus-menerus.

Sebab, kata dia, hal tersebut bisa membuatnya marah besar dan sewaktu-waktu dia bakal bertindak tidak tinggal diam seperti sekarang ini. Bahkan dia juga tak segan-segan mengajak pihak terkait untuk melaksanakan debat nasional soal permasalahan ini.

“Jadi tolong Pak Polisi, Pemerintah, jangan terlalu ikut arus menjelek-jelekkan Islam, sebelum nantinya saya marah. Sebab, ada saatnya saya tidak diam seperti sekarang.” ujar Cak Nun dalam sebuah video bertajuk ‘Cak Nun Marah ketika Islam Disebut Radikal’ yang tayang di saluran Youtube Masyarakat Maiyah.

“Tidak ada di sini, Pak, tidak ada, tidak ada (Islam radikal)! Yang radikal itu pemerintah, memaksakan pendapatnya terus! Bila saya teruskan, saya mau berdebat nasional tentang ini,” lanjutnya.

Cak Nun dan Kiyai Kanjeng. Foto Youtube | Bawa nama Allah, Cak nun sebut pemerintah radikal hingga ancam lakukan ini

Cak Nun menjelaskan pula, menurut pandangannya sampai sekarang, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau agama Islam itu radikal, sebab Islam selalu menghadirkan kebaikan, keadilan, dan semangat berbagi antar sesama.

Terlebih Islam sendiri mmerupakan agama yang mengajarkan bersyukur sehingga membuat dunia, termasuk Indonesia aman.

“Islam yang mengajarkan rasa syukur dan rasa syukur itu tidak ada di luar Islam. Dunia ini seharusnya bertengkar terus, tapi karena orang Islam pintar bersyukur, maka dunia menjadi aman. Indonesia sangat butuh Islam kalau ingin aman, karena orang Islam sangat pandai bersyukur,” ujar Cak Nun, dikutip Selasa 30 Maret 2021.

Berkaca pada kenyataan tersebut, Cak Nun mengingatkan, jangan pernah sekali pun menjelek-jelekkan Islam, apalagi sampai menganggapnya sebagai agama radikal. Bahkan, jika masih ada pihak-pihak yang melakukan hal demikian, dia tak sungkan mengadukannya kepada Tuhan.

“Jadi jangan selalu menjelek-jelekkan Islam. Lama-lama saya hilang kesabaran, ini saya masih sabar sampai sekarang. Kalau kamu selalu menjelek-jelekkan Islam, nanti saya laporkan kepada yang punya (Allah). Bila tak ada Islam, (orang-orang) pasti berantem terus,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close