Trending

Bawa nama Tuhan, Rizal Ramli bela Rizieq hingga sebut Indonesia kayak komunis

Pakar ekonomi senior sekaligus politikus, Rizal Ramli turut menanggapi kasus yang menyeret nama mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Secara khusus, dia mengkritik dan membela Habib Rizieq soal persidangan yang diadakan secara virtual alias daring.

Menurut Rizal Ramli, persidangan yang dilakukan terhadap Habib Rizieq terlihat seperti bermuatan politis, di mana ada kepentingan dari sejumlah pihak terhadap peradilan tersebut.

Hal tersebut dia ungkapkan lantaran berkaca pada pengalaman pribadinya saat menjadi aktivis mahasiswa pada 1978 silam. Kala itu Rizal Ramli mengetahui bahwa pengadilan yang melibatkan pihaknya sebagai mahasiswa ada di posisi yang terkesan tidak adil, bahkan berpihak dan mengarah kepada suatu kepentingan.

Habib Rizieq ketika menjalankan sidang virtual. Foto: Tangkapan Layar via Zoom
Habib Rizieq ketika menjalankan sidang virtual. Foto: Tangkapan Layar via Zoom

Rizal Ramli mengungkapkan, keputusan pengadilan dengan bersikeras meminta agar Habib Rizieq disidang secara virtual bisa memancing amarah rakyat.

Bahkan dengan tidak dihadirkannya Habib Rizieq secara langsung, seakan-akan pengadilan tidak berada di posisi independen dan adil.

Dia menilai, seharusnya hakim selaku pihak yang terkait malu lantaran kewibawaannya seakan digadaikan dengan kepentingan sekelompok orang. Terlebih mereka mendapat jabatan sebagai hakim juga telah disumpah atas nama Tuhan.

“Harusnya malu, hakim itu tinggi sekali, berwibawa, sumpahnya sama Tuhan. Kalau begitu kayak sirkus yang enggak lucu,” kata Rizal Ramli, mengutip RMOL pada Senin, 5 April 2021.

Lebih lanjut Rizal Ramli mengatakan, belakangan ini bangsa Indonesia nyaris tampak seperti negara komunis lantaran bisa menghukum seseorang seenaknya.

“Ngapain ngadain sidang pengadilan, hukum saja (habib Rizieq tanpa peradilan) jadi ketahuan. Kita nyaris sama dengan negara otoriter dan negara komunis, bisa menghukum orang seenaknya,” ujarnya.

Ilustrasi Habib Rizieq Shihab. Foto: Suara
Ilustrasi Habib Rizieq Shihab. Foto: Suara

Selain itu Rizal Ramli juga mengungkapkan bahwa sidang virtual itu dilaksanakan tidak adil karena tidak menghadirkan terdakwa, pihak pembela, hingga kuasa hukum.

“Menurut saya, lakukanlah secara fair. Karena kalau enggak, jadi dagelan di seluruh dunia. Kok bisa ada pengadilan terdakwanya kagak ada. Terus pembelanya kagak ada, lawyer-nya kagak ada, penontonnya kagak ada,” ungkapnya.

Rizal Ramli juga menyimpulkan bahwa keputusan pengadilan sidang yang meminta agar Habib Rizieq hadir secara virtual sama artinya dengan menuruti kemauan pihak penguasa.

“Hakimnya, betul-betul tunduk sama kekuasaan. (Habib Rizieq) Enggak boleh hadir, hanya boleh online, pengacara dan penonton juga enggak boleh masuk. Jadi kelihatan sekali kaya dagelan gitu. Istilah bahasa saya, how low can you go, segitu rendahnya kah pengadilan Indonesia? Sehingga tunduk dengan maunya yang kuasa,” tandasnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close