Trending

BNPB, kapan nih mau bayar utang? Hotel perlu biaya operasional lho!

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunggak pembayaran hotel untuk isolasi pasien Covid-19 di Jakarta. Lalu? Kapan dong bayar utangnya nih BNPB? Sedangkan hotel setiap harinya membutuhkan biaya operasional lho.

Sekretaris Jenderal Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran angkat bicara. Dikatakan Maulana, program hotel untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Tenaga Kesehatan memang dilakukan untuk mendongkrak aktivitas hotel. Selain itu, langkah tersebut untuk memberi fasilitas bagi pasien dan nakes. Dalam kondisi pandemi Covid-19, okupansi hotel cukup rendah sehingga program semacam ini cukup membantu hotel-hotel yang terlibat. Akan tetapi, dalam penerapannya muncul kendala terkait pembayaran.

“Untuk itu kan kondisinya kan bukan sesuatu yang mudah juga bagi hotel dalam kondisi yang rumit. Cash itu jadi suatu yang penting untuk membayar operasionalnya, sementara status pembayaran dan tunggakan itu masih cukup tinggi belum dibayarkan,” ujar Maulana seperti dikutip dari detikcom, Jumat (11/6/2021).

Diungkap Maulana, pihaknya memahami apa yang dilakukan BNPB untuk memberhentikan sementara, sebab yang berstatus current payment saja masih terjadi tunggakan dan masih belum jelas pembayaran.

Maulana berharap BNPB segera melunasi tunggakan biaya operasional hotel isolasi. Untuk menjadi fasilitas akomodasi pasien Covid-19 tidaklah mudah, banyak hal terkait protokol kesehatan yang harus dipersiapkan.

“Solusinya tentu harus segera bayar utang, itu yang paling utama, karena bagaimanapun juga kami membutuhkan cash flow itu untuk membayar semua operasional,” ujar Maulana.

Selain itu, lanjut dia, pihak hotel juga masih harus membayar biaya tetap lainnya seperti gaji karyawan dan seterusnya tetap harus dibayarkan.

Hotel-hotel yang terdampak pun telah meminta bantuan kepada PHRI agar BNPB segera bayar utang. Namun ternyata, BNPB sudah terlebih dahulu memberikan press release terkait tunggakan yang berjumlah Rp 140 miliar tersebut.

“Berarti pemerintah sudah secara formal menyampaikan itu kepada media berarti itu sudah formal. Berarti itu data yang sudah mereka kumpulkan tunggakannya sekian,” tutur Maulana.

PHRI pun meminta tunggakan itu bisa segera diselesaikan. Karena hal ini sangat berdampak pada hotel yang harus membayar operational cost. Apalagi hotel tersebut tak menerima tamu selain pasien OTG/tenaga kesehatan.

“Harusnya tunggakan itu harus segera diselesaikan karena kasian hoteliersnya yang harus membayar operational cost jangan hanya karena tunggakan tersebut, kasihan kan ada tenaga kerja dan seterusnya,” pungkas Maulana.

Ilustrasi kamar hotel untuk isolasi mandiri. Foto: Ist
Ilustrasi kamar hotel untuk isolasi mandiri. Foto: Ist

Dibebankan ke Pemda

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menunggak pembayaran hotel-hotel tempat karantina pasien Covid-19 di DKI Jakarta mencapai sekitar Rp140 miliar.

“(Biaya karantina) khusus DKI untuk hotel Rp200.711.910.000 dan baru kami bayar talangan Rp60 miliar,” kata Pelaksana tugas (Plt) Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi seperti dilansir dari detik.com, Kamis (10/6/2021).

Menurut Doddy, setidaknya ada 31 hotel di Jakarta yang dibiayai oleh BNPB. Dari puluhan hotel itu, sebanyak 16 untuk tempat tinggal sementara tenaga kesehatan, dan 15 untuk isolasi mandiri pasien Covid-19.

Dody menyebut BNPB pun memutuskan menghentikan sementara pembiayaan untuk hotel-hotel karantina pasien Covid-19 di Jakarta.

“Kalau diteruskan kasihan hotelnya, tapi kalau nanti dananya turun lagi, Pemda DKI kalau pasiennya memuncak lagi, dia bisa minta usul lagi (pembiayaan) ke kita,”ujar Doddy.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close