Trending

Bebaskan Siti Fadilah Supari, hai Jokowi dan Prabowo!

Krisis pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat mantan Wakil Ketua DPR, Fahri hamzah angkat bicara ke publik. Alih-alih bicara soal lock down, politikus garang itu meminta Presiden Jokowi dan Prabowo membebaskan Siti Fadilah Supari.

Siapa dia? Sebagian orang umumnya sudah tahu. Siti Fadilah Supari adalah Menteri Kesehatan era kabinet jilid pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam cuitannya Rabu malam 18 Maret 2020, pada situasi krisis Covid-19 ini, Fahri mengingatkan publik Tanah Air pada konspirasi ‘membunuh’ karier Siti Fadilah Supari.

Politikus asal Nusa Tenggara Barat itu berpandangan sosok Siti Fadilah sangat tepat untuk turun menyelesaikan krisis Covid-19, khususnya dalam soal urusan antivirus dan vaksin.

Dalam cuitannya, Siti Fadilah adalah sosok yang berani melawan konspirasi jahat Amerika Serikat dan Badan kesehatan Dunia (WHO) dalam urusan vaksin. Akibatnya dia dijatuhkan melalui konspirasi kasus korupsi.

Makanya, Fahri tak segan meminta Jokowi dan Prabowo, sebagai dua tokoh sentral politik Indonesia saat ini, agar turun dan membebaskan Siti Fadilah Supari.

“Yang terhormat pak @jokowi dan pak @prabowo, Ini waktunya bapak membebaskan ibu siti Fadhilah Supari, seorang jenius Indonesia yang menjadi korban konspirasi jahat. Ia menjadi dosen, menjadi ahli dan memimpin penelitian di berbagai lembaga akademik puluhan tahun,” cuit Fahri membuka utasan #BebaskanSitiFadilah.

Mengutip berbagai sumber, Fahri menuliskan, Siti Fadilah mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada November 2006 karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lalu dijual ke negara-negara berkembang. Ini menimbulkan ketegangan.

Setelah itu, ia berusaha mengembalikan hak Indonesia. Pada 28 Maret 2007, Indonesia mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan WHO untuk memulai pengiriman virus dengan cara baru untuk memberikan akses vaksin terhadap negara berkembang.

Jalanan sepi karena virus Corona, ini penampakannya

Puncak perlawanan Siti Fadilah pada konspirasi Amerika Serikat dan WHO yakni dengan rilis buku ‘Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung’ pada 6 hanuari 2008. Buku ini membongkkar konspirasi WHO dan Amerika Serikat dalam pengembangan senjata biologis dengan menggunakan virus flu burung.

“Bukunya dianggap membongkar konspirasi WHO dan AS. Siti Fadilah “membuka kedok” World Health Organization (WHO) yang telah lebih dari 50 tahun mewajibkan virus sharing yang ternyata banyak merugikan negara miskin dan berkembang asal virus tersebut,” kata Fahri.

Foto Instagram @ansharjahsy

Dalam tulisannya, Hendrajit pengkaji geopolitik Global Future Institute, menuliskan Siti fadilah menemukan info valid Amerika Serikat bakal mengembangkan senjaga biologis melalui vaksin flu burung.

“Fakta yang berhasil diperoleh Siti Fadilah, data sequencing DNA H5N1 yang dikuasai WHO Collaborating Center (WHO CC) disimpan di Los, Alamos National Laboratory di New Mexico, AS. Laboratorium Los Alamos yang berada di bawah Kementerian Energi AS ini, diketahui telah melakukan riset mengenai senjata biologi dan bahkan, bom atom,” tulis Hendrajit.

WHO dan petinggi Amerika Serikat kebakaran jenggot dengan keluarnya buku tersebut. Sampai-sampai meminta SBY untuk memerintahkan penarikan buku tersebut.

Karena melawan Amerika Serikat, dampaknya Siti Fadilah ‘ditendang’ dan ‘dikandangkan’ di penjara melalui skema kasus korupsi. Fahri meyakini kasus itu merupakan ‘hukuman’ bagi Siti Fadilah atas langkah perlawanannya tersebut.

“Tiga tahun Setelah pensiun ibu Siti Fadilah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pada bulan April 2012 atas proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa tahun 2005 senilai 15 Milyar Rupiah dengan perkiraan kerugian negara sebesar 6 Milyar Rupiah,” tulis Fahri.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close