Trending

Bela Pangdam Jaya soal baliho Habib Rizieq, Ferdinand: Politik TNI adalah politik negara

Banyak pihak mengkritik langkah Pangdam Jaya Mayjend Dudung Abdurachman memerintahkan pencopotan baliho Habib Rizieq Syihab. Dalihnya baliho Imam Besar Front Pembela Islam itu berbau provokasi. Pengkritik mengingatkan Pangdam Jaya untuk tidak terseret politik praktis dalam isu Habib Rizieq ini. Soal manuver Pangdam Jaya itu, Ferdinand Hutahaean berkomentar

Namun demikan, beberapa pihak membela langkah Pangdam Jaya tersebut. Salah satu yang berada di belakang Mayjend Dudung yaitu mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Apa sih kata politikus yang suka ceplas-ceplos tersebut?

Baca juga: Pangdam Jaya copot baliho Habib Rizieq: dibela Kapolda, DPR terbelah

Manuver Pangdam Jaya, Ferdinand bela begini

Pangdam Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Pangdam Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Foto Kodam Jayakarta.

Ferdinand mengajak rakyat Indonesia untuk mendukung langkah tegas pemerintah dan TNI, Pangdam Jaya dan jajarannya serta Polri, menurunkan baliho yang provokatif.

“Ingat kalau ada komentar miring dan negatif dari siapapun politisi, kita tahu mereka selalu akan menilai buruk apa yang dilakukan pemerintah. Abaikan!” kata Ferdinand dalam video yang diunggah di akun media sosialnya, Minggu 22 November 2020.

Ferdinand meyakini langkah pencopotan baliho Habib Rizieq boleh saja diartikan sebagai manuver politik. Namun demikian, dia mengatakan politik TNI bukan politik yang ditudingkan para pengkritik belakangan ini.

“Apa yang dilakukan TNI pastilah adalah untuk negara. karena politik TNI adalah politik negara,” katanya.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat untuk mendukung langkah TNI bersama Polri dalam menjaga negeri.

Ferdinand mengingatkan kepada masyarakat bahwa ada sekelompok orang yang berhasrat kekuasaan dengan topeng mencintai negeri ini.

“Sahabat saya ingatkan Hanya kita yang bisa cintai negeri warisan leluhur dengan hati. Orang lain belum tentu, mungkin mereka punya hasrat mengejar kekuasaan negeri ini, tetapi mereka tidak akan mampu mencintai negeri ini sebagaimana para leluhur kita ddan kita mencintai negeri ini. Saya ingatkan, jaga daerahmu jaga wilayahmu. Kita jaga NKRI tetap berdiri, Pancasila merah putih tetap berkibar selamanya,” ujarnya.

Fadli Zon vs Ferdinand Hutahaean

Prajurit TNI copot baliho Habib Rizieq
Prajurit TNI menertibkan spanduk tidak berizin saat patroli keamanan di Petamburan, Jakarta, Jumat (20/11/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/

Politisi Gerindra Fadli Zon belakangan mengkritik Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman soal perintahnya melakukan pencopotan baliho Habib Rizieq Syihab. Atas apa yang dikritik Fadli Zon, mantan polisiti Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pun melempar sindiran.

Kata Ferdinand, Fadli Zon tak paham rupanya aturan main dan tugas TNI. Di mana hal itu setidaknya ada di ketentuan pada Undang-undang Nomor 34/2004 tentang TNI. Maka itu, dia pun meminta Fadli untuk membaca dan memahami ketentuan UU tersebut.

“Membersihkan gorong-gorong saja TNI boleh, apalagi menegakkan hukum, membersihkan Jakarta yang jadi wilayah teritorial Pangdam Jaya dari pencemaran baliho-baliho tak berizin,” kata Ferdinand, disitat Sabtu 21 November 2020.

Buat Ferdinand, apa yang diperintahkan Pangdam Jaya soal pencopotan baliho bergambar Habib Rizieq itu benar. Sebab, salah satu tugas TNI adalah membantu pemerintah daerah dan membantu polri menegakkan Kamtibmas.

Seperti diketahui, Pangdam Jaya menyatakan dialah yang memberi perintah atas pencopotan baliho bergambar Habib Rizieq. Namun Fadli Zon kemudian menyebut apa yang dilakukan Pangdam salah besar.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close