Trending

Begini dampak yang terjadi jika bom atom Hiroshima jatuh di Jakarta

Pada 6 Agustus 1945 lalu, sejarah baru terukir. Pesawat Enola Gay yang diterbangkan Paul Warfield Tibbets menjatuhkan bom atom ‘Little Boy’ ke daratan Hiroshima dari ketinggian sembilan kilometer. Hanya butuh 43 detik sebelum akhirnya bom atom itu meledak dan menghancurkan area seluas 10 kilometer persegi.

Berkat peristiwa itu, sebanyak 80 ribu manusia atau sekira 30 persen populasi Hiroshima tewas seketika. Sementara 60 ribu lainnya tewas di tahun berikutnya akibat radiasi yang ditinggalkan bom tersebut. Lantas kira-kira, bagaimana jadinya jika bom atom itu meledak di daratan kota Jakarta?

Baca juga: Kisah pilot pengebom atom di Hiroshima, tak pernah menyesali aksinya

Sebagai gambaran, jika dibandingkan dengan persenjataan nuklir saat ini, Little Boy tentu tak ada apa-apanya. Kekuatannya ‘hanya’ 15 kiloton dengan cakupan ledakan sekira satu wilayah kecil. Lalu apa yang terjadi seandainya bom atom itu jatuh di Jakarta? Benarkah akan terjadi kerusakan yang sama parahnya?

Jakarta
Jakarta. Photo by ekoherwantoro on Unsplash

Kami mencoba membuat simulasinya melalui aplikasi Nukemap. Kami menaruh titik bidik ledakan di jantung kota, yakni Jakarta Pusat atau tepatnya di Kebun Sirih. Sementara bom yang hendak kami jatuhkan berkekuatan sama besar dengan Little Boy dan dihempaskan dari angkasa.

Hasilnya, wilayah yang terdampak fireball atau ledakan secara langsung adalah Kebun Sirih dengan radius 180 meter. Daratan tersebut tentu mengalami kerusakan total lantaran menjadi titik hantaman utama.

Jika Bom Atom Jatuh di Jakarta. Foto: Aplikasi Nukemap
Jika Bom Atom Jatuh di Jakarta. Foto: Aplikasi Nukemap

Ledakan bom tersebut juga berdampak parah pada daerah yang letaknya 340 meter dari kawasan Kebon Sirih. Bahkan, dengan tekanan 20 psi, bangunan beton di lokasi sekitar bakal hancur dan mengakibatkan angka kematian hingga 100 persen.

Tak berhenti di situ, radius radiasi ledakan tersebut mencapai 1,2 kilometer dari pusat jatuhnya bom. Itu tandanya, masyarakat yang tinggal di Gondangdia, Cikini, dan Gambir bakal terdampak radiasi yang bisa menyebabkan kanker.

Kerusakan lain

Mereka yang tinggal 1,91 kilometer dari Kebon Sirih, yakni di Kramat, Menteng, Senen, dan Kebon Melati bakal mengalami cacat fisik berkat radiasi termal. Akibatnya, lapisan kulit tubuh akan mengelupas dan terjadi kerusakan syaraf hingga mengakibatkan nyeri. Bahkan, bakal banyak masyarakat yang kaki atau tangannya harus diamputasi.

Secara sederhana, ledakan bom atom di Kebon Sirih itu ‘hanya’ berdampak pada wilayah yang letaknya 4,2 kilometer dari kawasan tersebut. Sehingga, hanya masyarakat yang tinggal di Jakarta Pusat saja yang benar-benar merasakan dampaknya.

Sementara di Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, kemungkinan hanya terkena sedikit di kawasan yang letaknya di perbatasan Jakarta Pusat. Itu pun ‘hanya’ terpapar light blast damage yang tekanannya sekira 1 psi saja.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close