Trending

Begini pandangan pelaku mutilasi Kalibata soal Tuhan & agama, penuh toleransi

Salah satu pelaku pembunuhan dan mutilasi Rinaldy Harley Wismanu merupakan seorang wanita yang cukup berpendidikan, ia sempat mengutarakan pandangan pribadinya terkait Tuhan dan agama.

Pelaku pembunuhan yang dimaksud adalah Laeli Atik Supriyatin. Ia merupakan sarjana lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Universitas Indonesia.

Baca juga: Cewek ini temani perjuangan prajurit hingga tunangan, endingnya ngenes

Pelaku pembunuhan yang dikenal cerdas itu sempat menuangkan pemikirannya tentang pandangannya sebagai manusia kepada Tuhan dan agama.

Menurut berbagai sumber, ternyata Laeli Atik Supriyatin diduga mempunyai sebuah situs blog pribadi bernama bernama laeliatik.wordpress.com.

Dalam pandangan dan pemikiran pribadinya di blog tersebut, ia menulis sebuah tulisan berjudul ‘Cara Tuhan Menyapa Manusia‘.

Pelaku mutilasi membahas tentang Tuhan dan agama. Foto: Blog pribadi Laeli
Pelaku mutilasi membahas tentang Tuhan dan agama. Foto: Blog pribadi Laeli

Tak hanya pandangannya terhadap satu agama, pelaku pembunuhan sadis itu pun membahas sejumlah pemikirannya terhadap beberapa ajaran agama seperti Hindu, Budha, Islam, Yahudi, dan Kristen.

Dengan cerdas ia menulis tentang kesempurnaan yang ingin digapai oleh seorang manusia yang bermula dari sebuah pertanyaan tentang apa yang manusia inginkan.

Lalu, pada paragraf lain Laeli Atik membahas tentang kesadaran manusia dan harmoni yang yang saling mengikat seperti yang terdapat pada filsafat Tiongkok mengenai Konfusianisme dan Taoisme.

Selain itu, ia menggamblangkan tentang kepasrahan diri kepada Sang Pencipta serta cinta kasih kepada sesama manusia.

Menurutnya, Tuhan menyapa setiap manusia dengan cara yang berbeda-beda melalui kepercayaan atau agama yang lahir di dunia.

Laeli Atik Supriyatin, pembunuh Rinaldi
Laeli Atik Supriyatin, pembunuh Rinaldi. Foto: Antara

Berikut tulisan lengkap pelaku mutilasi, Laeli Atik Supriyatin terkait Tuhan dan agama yang sempat ditulis beberapa tahun lalu, tepatnya pada 7 Mei 2016:

Dalam Hinduisme agar hidup lebih sempurna, menyeluruh, universal, dan sepenuhnya manusiawi dimulai dengan menanyakan apa yang manusia inginkan.

Budhisme dimulai dengan kesadaran (manusia yg terbangun).

Konfusius dan Tao yang mewakili dua kutub yang berbeda dari karakter China, saling melingkari seperti Yin dan Yang.

Salam (Islam) yg berarti kedamaian yg diperoleh karena memasrahkan diri kepada Tuhan.

Pencarian Yahudi akan makna yg berakar pada pemahaman mereka mengenai Nan Ada yg mutlak.

Kabar Baik yang bergelora didada setiap penganut Kristen dan cinta kasih yg lahir.

Orang-orang zaman dahulu yg memperlakukan hasrat mereka akan bumi & jejaring kehidupan sebagai api yg sakral dan utama.

Pada akhirnya setiap agama memiliki aturan emasnya masing-masing, jika orang dari berbagai budaya memiliki watak berbeda, Tuhan mungkin mempertimbangkan perbedaan watak semacam itu untuk menyapa manusia dengan berbagai macam agama yang ada didunia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close