Trending

Bela Jokowi, Arief Poyuono balas kritikan pedas Mardani PKS: Wajar…

Politisi Partai Gerindra Arief Poyuono menjawab kritikan Politisi PKS Mardani Ali Sera yang mengkritik kinerja 7 tahun Presiden Jokowi.

Diketahui, Mardani mengkritik bahwa dirinya merasa sangat tak puas dengan performa Jokowi.
Dalam catatannya, memang selama 1,5 tahun belakangan ada beberapa hal yang harus dimaklumi dari Jokowi, berkaitan dengan adanya pandemi. Akan tetapi beberapa negara juga mencatat adanya recovery di sejumlah hal.

Sebut saja mulai dari indeks demokrasi, pendidikan yang tak terdampak pandemi, sampai pada ekonomi sejumlah negara lain yang bisa tumbuh. “Beberapa negara bisa recovery dengan cepat, kita berat sekali,” kata Mardani di Catatan Demokrasi, dikutip Hops.id, Jumat 22 Oktober 2021.

Sementara menurut Arief, dia mengatakan wajar jika Mardani menyoroti Jokowi sedemikian rupa. Sebab dia bukanlah bagian dari Pemerintah. Sehingga, kata Arief, sudah sepatutnya Mardani bersikap demikian.

“Kalau Mardani tak puas wajar, dia kan memang bukan bagian pemerintah, yang tugasnya mengontrol, mengkritik. Tapi Mardani ini memang kritiknya yang membangun, artinya bukan kritik hoaks, atau kata yang menyakitkan secara pribadi,” kata Arief, di kesempatan sama.

Jika mengacu pada indek kebebasan demokrasi yang disebut Mardani turun selama 14 tahun, Arief lantas punya jawaban menarik. Itu artinya, tidak hanya Jokowi yang menyumbang indeks itu, namun juga sudah terjadi sejak era Presiden SBY.

“Itu artinya SBY juga ikut, indeksnya juga rendah, kan Jokowi baru 7 tahun. Walau pun saya akui tetap ada yang turun karena adayang mengukur walau kita sendiri juga tak tahu hitungannya seperti apa,” katanya.

Arief menegaskan, soal kebebasan berbicara, sepanjang seperti yang dilakukan Mardani, berbasis data dan bukan hoaks atau menebar kebencian, dia menjamin pasti tak berurusan dengan hukum dan UU ITE.

“Buktinya kepercayaan terhadap Jokowi masih sangat bagus, masih di atas 50-60 poersen, terlepas dari kondisi apapun. Kalau ekonomi negara kesulitan, kan semua juga terjadi tak terkecuali Amerika, China dan negara besar lain,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close