Trending

Belasan pesawat tempur Cina terobos wilayah Malaysia, misi sabotase Indonesia?

Hubungan negara Malaysia dengan Cina dikabarkan memanas, usai belasan pesawat tempur milik militer Angkatan Udara (AU) Tiongkok memasuki wilayah negara berjulukan Negeri Jiran tersebut.

Pihak tentara AU Malaysia sendiri mengumumkan peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin, 31 Mei 2021 kemarin.

Muslima Fest

Pesawat militer tersebut terdeteksi melakukan aktivitas mencurigakan di Laut China Selatan yang memasuki ruang udara Zona Maritim Malaysia (ZMM), Kota Kinabalu, Flight Information Region (FIR).

Angkatan udara Malaysia melaporakan, mereka melakukan konfirmasi visual setelah jet tersebut terbang dalam jarak 60 mil laut lepas di lepas pantai negara bagian Sarawak, Malaysia. Pesawat, yang terdiri dari pengangkut strategis Ilyushin il-76 dan Xian Y-20, telah melakukan perjalanan dalam formasi taktis “in-trail” di ketinggian antara 23.000 dan 27.000 kaki.

“Pesawat-pesawat tersebut telah dikesan terbang secara formasi taktikal in-trail. Formasi panjang tersebut juga telah terbang dengan paten dan haluan yang sama menggunakan satu titik laluan masuk dan keluar,” ungkap AU Malaysia, dikutip Hops pada Rabu, 2 Juni 2021.

Bendera Malaysia
Bendera Malaysia. Foto Instagram @enformasyonel

Pihak Malaysia sendiri menganggap adanya aktivitas pesawat Cina di wilayahnya sebagai ancaman serius yang bisa merusak kedaulatan nasional.

Bahkan pesawat tempur China tidak menghubungi pengawas lalu lintas udara regional meskipun telah diinstruksikan beberapa kali. Hal tersebut tentu sangat membahayakan lalu lintas penerbangan di wilayah Malaysia.

“Insiden ini merupakan ancaman serius bagi kedaulatan nasional dan keselamatan penerbangan karena kepadatan lalu lintas udara di atas saluran udara,” kata angkatan udara Malaysia.

Sedangkan menyitat AFP, Menteri Luar Negeri Malaysia Hishamuddin Hussein berkata, 16 pesawat militer China itu terbang di atas zona maritim Malaysia.

Atas insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Malaysia akan mengajukan protes ke Beijing, dan memanggil Duta Besar China untuk memberikan penjelasan.

“Sikap Malaysia jelas – memiliki hubungan diplomatik yang bersahabat dengan negara mana pun bukan berarti kami akan membahayakan keamanan nasional kami,” kata Menlu Hishamuddin.
“Malaysia tetap teguh dalam mempertahankan martabat dan kedaulatan kami,” imbuhnya.

Sabotase masuk wilayah Indonesia?

Wilayah Republik Indonesia dan Malaysia. Foto: Geology
Wilayah Republik Indonesia dan Malaysia. Foto: Geology

Terkait memanasnya hubungan antara Cina dan Malaysia yang diakibatkan aktivitas belasan pesawat tempur tersebut, Kedutaan Besar China di Kuala Lumpur akhirnya buka suara.

Seorang juru bicara kedutaan besar Cina di Malaysia menegaskan bahwa pesawat militer mereka tidak memasuki wilayah udara teritorial negara mana pun, termasuk negara di sekitar Malaysia seperti, Singapura, Indonesia, Brunei Darussalam, Vietnam, hingga Filipina.

Dia mengatakan belasan pesawat tempur itu hanya tengah melakukan latihan terbang saja. Pihaknya juga meyakini pesawat-pesawat China itu tidak melanggar hukum internasional.

“Sejauh yang saya tahu, kegiatan yang dilaporkan adalah latihan penerbangan rutin angkatan udara China dan tidak menargetkan negara mana pun. Menurut hukum internasional, pesawat militer China boleh terbang di wilayah udara yang relevan,” kata juru bicara tersebut, Selasa (1/6) seperti dilansir dari New Straits Times.

“China dan Malaysia adalah tetangga yang bersahabat, dan China bersedia melanjutkan konsultasi persahabatan bilateral dengan Malaysia untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata juru bicara itu.

Aktivitas Tiongkok di Laut Cina Selatan

Pasukan Militer Cina. Foto: Sputnik
Pasukan Militer Cina. Foto: Sputnik

Sebagaimana diketahui, Cina mengklaim hampir keseluruhan Laut China Selatan (LCS) telah membangun banyak pos militer di pulau-pulau kecil dan atol.

Tindakan semena-mena tersebut tentu menimbulkan amarah negara-negara lain yang juga mengklaim perairan tersebut.

Terlepas dari klaim yang tumpang tindih, hubungan Malaysia dan China biasanya bersahabat, namun insiden hari Senin itu dinilai tidak biasa. Akan tetapi terjadi ketegangan di daerah tersebut pada masa lalu.

Tahun lalu, kapal survei Cina berhadap-hadapan lama dengan kapal eksplorasi minyak Malaysia di lepas pantai Kalimantan.

Bahkan sejumlah negara lainnya, seperti Vietnam, Filipina, Brunei, dan Taiwan juga sama-sama mengklaim bagian-bagian Laut China Selatan.

Walhasil negara adidaya Amerika Serikat (AS) pun ikut campur dengan telah mengirim kapal-kapal perang ke perairan itu untuk menegaskan hak internasional atas kebebasan bernavigasi. Tindakan AS itu dikabarkan mengakibatkan pemerintah Cina naik pitam.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close