Otomotif

Salah kaprah beli mobil over kredit hanguskan asuransi, asal lakukan ini

Kesulitan ekonomi di tengah pandemi, membuat banyak pemilik mobil yang masih memiliki tanggungan angsuran memilih untuk menjual mobilnya. Peluang ini bisa dimanfaatkan konsumen yang ingin membeli mobil over kredit, namun tetap asuransi yang berlaku tetap tidak hangus.

Pada prinsipnya, asuransi yang berlaku pada mobil meski telah berpindah tangan dengan sistem penjualan over kredit, tidak terdapat pasal yang menggugurkan atau membatalkan perlindungan mobil dari segala kerusakan.

Perlindungan mobil yang dijual secara over kredit, masih memberikan perlindungan yang  berlaku sesuai dengan program asuransi perlindungan yang diberikan perusahaan asuransi. Sehingga anggapan membeli mobil over kredit menggugurkan asuransi mobil tidaklah benar.

Showroom mobil bekas
Penjualan mobil bekas bakal naik pasca pandemi Foto: ist

“Apabila Kendaraan Bermotor dan/atau kepentingan yang dipertanggungjawabkan beralih kepemilikannya dengan cara apapun, Polis ini berakhir dengan sendirinya setelah 10 (sepuluh) hari kalender sejak tanggal pengalihan kepemilikan tersebut, kecuali apabila Penanggung memberikan persetujuan secara tertulis untuk melanjutkan pertanggungan”. Ujar Laurentius Iwan Pranoto. Senior Vice President Communications and Customer Service Management at Asuransi Astra, dalam keterangannya yang diterima Hops, Minggu 2 Agustus 2020.

Baca juga: Teknik mengemudi dan doa saat melewati jalan menanjak dan menurun

Meski tidak termuat dalam aturan, namun pembelian mobil secara over kredit bisa menghanguskan asuransi jika pembeli mobil tidak melakukan beberapa langkah pengalihan asuransi dari pemilik mobil pertama atau penjual.

Langkah agar asuransi tidak hangus

Pemilik mobil baru yang melakukan pembelian mobil dengan cara over kredit, asuransi akan tetap berjalan,  harus melakukan beberapa tahapan. Diantaranya, langsung melaporkan ke perusahaan asuransi terkait pemindah tanganan pemilik mobil, agar pemilik baru terdaftar sebagai pemilik sah mobil tersebut.

Ilustrasi penjualan mobil seken
Jajaran mobil bekas Foto: Unionleader

Langkah tersebut harus dilakukan selama 10 hari sejak pembelian kendaraan secara over kredit. Jika hal tersebut tidak dilakukan pemilik kendaraan baru, bisa menghanguskan perlindungan mobil dari segala kerusakan yang terjadi. Dengan demikian, pemilik mobil baru tidak bisa melakukan klaim atas kerusakan kendaraannya.

Mengapa penting untuk lapor ke pihak asuransi juga? Karena jika tidak lapor ke pihak asuransi dan sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, mau tak mau pembeli kedualah yang harus menanggung semua biaya risiko yang terjadi dan pihak asuransi tidak dapat membantu segala bentuk kerugian pada mobil.

Karena asuransi mobil tersebut masih atas nama pemilik yang pertama, maka dari itu terjadilah risiko tertolaknya klaim asuransi. Hal ini dipaparkan secara jelas dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI), Bab IV pasal 10.

Penjualan mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: Unionleader

Penting bagi konsumen yang ingin membeli mobil baru untuk memperhatikan langkah tersebut, agar mobil yang telah dibelinya secara over kredit bisa tetap mendapatkan perlindungan asuransi, meski melanjutkan perlindungan dari pemilik mobil pertamanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close