Trending

Belum pernah dirilis! Pemerintah Saudi bagikan foto tapak kaki dekat Kabah, ternyata milik…

Beberapa waktu lalu, pemerintah Arab Saudi membagikan foto Hajar Aswad yang dizoom alias diperjelas dengan resolusi hingga 49.900 megapiksel. Terkini, beredar pula foto makam dari Nabi Ibrahim beserta jejak tapak kaki yang terlihat dengan jelas di dekat Kabah.

Sebagaimana diketahui, bangunan suci Kabah didirikan oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, yakni Ismail.

Arab Saudi pada sendiri beberapa waktu lalu merilis gambar detail Maqam Ibrahim, atau Tempat Perhentian Nabi Ibrahim alaihissalaam, yang terletak di Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah. Sebelumnya foto bangunan penting umat Islam tersebut belum pernah dirilis dan diedarkan ke masyarakat luas.

Tapak kaki Nabi Ibrahim AS. Foto: Istimewa via Okezone
Tapak kaki Nabi Ibrahim AS. Foto: Istimewa via Okezone

Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi mengabadikan langsung foto Makam Ibrahim secara detail. Pihaknya menggunakan teknik baru fotografi yang menggunakan fokus panorama bertumpuk.

Teknik pengambilan gambar tersebut disebut-sebut bisa menghasilkan kualitas dengan resolusi tertinggi dalam satu jepretan.

Adapun makam dari Nabi Ibrahim adalah batu yang mengandung jejak tempat Nabi Ibrahim berdiri saat membangun Kabah.

Terlihat dalam foto yang beredar, wujud dari batu telapak kaki Nabi Ibrahim tersebut dihiasi dengan bingkai emas, perak, dan kaca. Keberadaan bingkai tersebut digunakan untuk mengawetkan jejak kaki agar tak mudah rusak.

Umat muslim percaya bahwa batu tempat jejak kaki tercetak diturunkan langsung dari surga bersama dengan Hajar Aswad yang terkenal.

Adapun terkait makam Nabi Ibrahim AS berbentuk persegi dan terdapat sebuah jejak kaki beliau dengan dua lubang berbentuk oval di tengahnya.

Terlihat cetakan batu tersebut memiliki perpaduan warna antara putih, hitam, dan kuning dengan ukuran lebar, panjang, dan tinggi sekitar 50 sentimeter.

Makam dari Nabi Ibrahim sendiri berada di depan gerbang Kabah, tepatnya sekitar sepuluh hingga sebelas meter sebelah timur Kabah dan beridiri mengarah ke bagian Safa dan Marwah.

Pemerintah Saudi merilis pula batu Hajar Aswad resolusi tinggi

Oenampakan Hajar Aswad
Pemerintah Saudi bagikan foto tapak kaki dekat Kabah | Penampakan Hajar Aswad foto: Antara

Diketahui sebelumnya, pihak berwenang Arab Saudi juga sempat merilis gambar batu Hajar Aswad dengan tingkat resolusi yang serupa.

Berdasarkan kepercayaan umat Islam, Hajar Aswad diturunkan langsung dari surga dan diberikan kepada Nabi Ibrahim oleh Malaikat Jibril. Batu itu dikelilingi bingkai yang terbuat dari perak murni dan terletak di sudut Kakbah, sekitar satu setengah meter dari permukaan tanah.

Batu yang diyakini oleh umat muslim berasal dari surga ini letaknya berada tepat di Ka’bah bagian timur laut.

Batu ini kerap diistimewakan karena pertama kali ditemukan Nabi Ismail. Dahulu kala batu ini memiliki sinar yang terang dan dapat menerangi seluruh jazirah Arab.

Begitu istimewanya batu Hajar Aswad di mata umat muslim, namun baru-baru ini Pemerintah Arab Saudi merilis foto Hajar Aswad beresolusi tinggi.

Ini adalah pertama kalinya gambar Hajar Aswad di Mekah, kota suci Islam dapat terlihat jelas.

Hal tersebut diumumkan oleh sebuah badan pemerintah Saudi. Dilansir laman CNN, foto Hajar Aswad dizoom dengan resolusi hingga 49.000 megapiksel.

Dalam siaran persnya, Presidensi Umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi mengatakan tentang lama pengambilan foto.

Dalam prosesnya, membutuhkan waktu lebih dari 50 jam untuk melakukan foto tersebut dan dikembangkan lebih jauh.

Proses pengambilan foto Hajar Aswad juga tak main-main. Pemerintah Arab bekerjasama dengan agen teknik Dua Masjid Suci untuk mengambil 1.050 foto. Masing-masing foto berukuran 160 gigabyte.

Menurut pihak berwenang, batu dibidik selama tujuh jam dengan teknik foto yang digunakan disebut penumpukan fokus.

Menurut Digital Photography School, teknik foto itu menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk menjaga ketajaman produk akhir.

“Ini penting karena dalam arti ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Afifi al-Akiti, seorang rekan dalam studi Islam di Universitas Oxford, yang tidak terlibat dalam proyek tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Hajar Aswad tidak mutlak terlihat hitam.

“Seseorang melihat bahwa itu sebenarnya bukan hitam, misalnya …”

“Seperti yang saya pahami, ini pertama kalinya ada foto digital batu yang diperbesar dan orang dapat melihat batu itu dari dekat dan secara pribadi. Dalam tradisi Muslim, ini dianggap sebagai peninggalan suci,” tambahnya.

Selanjutnya, penumpukan foto adalah proses menggabungkan ratusan gambar yang diambil dari berbagai bagian subjek pada panjang fokus berbeda.

Dimaksudkan untuk membuat satu bidikan dalam resolusi tinggi. Setelah 7 jam pemotretan, tim membutuhkan waktu 50 jam lagi untuk menggabungkan 1.050 foto.

Sehingga menghasilkan gambar dengan resolusi 49.000 megapiksel.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close