Hobi

Ayah wafat, Bill Gates: Dia menangis jika banyak orang di dunia susah

Ayah pendiri perusahaan raksasa Microsoft tutup usia, kini Bill Gates mengenang kesedihannya saat bersama ayahnya mendirikan Microsoft.

Dalam kenangan tersebut Bill Gates mengaku baru mengerti arti pengaruh diam ayahnya yang tak pernah melarang sejak kecil atas apa yang dilakukannya hingga dewasa. Bahkan apa yang dilakukan Bill Gates selama umur hidupnya hingga kini ayahnya hanya memberi dukungan saja.

Baca juga: Bill Gates jahat banget nggak sih, dosanya banyak di India dan Afrika

Di tahun-tahun awal Microsoft didirikan, seperti melansir Gatesnotes.com, pernah suatu kali Bill Gates menoreh ke ayahnya karena tengah kebingungan mencari penasehat hukum.  Mengingat William H Gates II atau sering disebut Bill Gates senior memiliki pengaruh sangat besar.

William H Gates II ayah pendiri Microsoft
William H Gates II ayah pendiri Microsoft Foto: Gatesnotes

Salah satu yang diingatnya yakni, William pernaha membantu Howard Schultz dari Starbuck yang belakangan diketahui menjadi arah bisnis yang membuat perusahaan kedai kopi modern tersebut bisa menggurita ke banyak negara hingga kini.

Perngaruh tersebut juga pernah dirasakan Bill Gates yang merasa terus mendapat dorongan ayahnya hingga dirinya sadar pada posisi yang mampu diraihnya kini. Hal tersebut tak lepas dari pola didikan ayahnya yang selalu memberikan ruang untuk anak-anaknya melakukan apapun yang disenanginya.

“Ketika saya masih kecil, dia tidak menentukan atau mendominasi, namun dia tidak pernah membiarkan saya melakukan hal-hal yang saya kuasai, dan dia selalu mendorong saya untuk mencoba hal-hal yang saya benci atau tidak berpikir saya bisa lakukan (berenang dan sepak bola, misalnya),” kata Bill Gates.

Bill Gates
Bill Gates. Foto Instagram @thisisbillgates

Dalam perjalanan tersebut, Gates selalu berkaca pada etos kerja yang dicontohkan ayahnya sebagai seorang pengacara yang selalu bekerja keras hingga dirinya dihormati di Seattle, serta pemimpin sipil utama di wilayahnya saat itu.

Tak hanya soal kerja keras, tempan yang diterima dalam keluarga juga mengajarkan bagaiman caranya memiliki sifat kedermawanan yang diaplikasikan orangtuanya pada saat menggunakan waktu dan sumber daya mereka.

“Suatu malam di tahun 1990-an, sebelum kami memulai yayasan kami, Melinda, Ayah, dan saya sedang antre di bioskop. Melinda dan saya berbicara tentang bagaimana kami mendapatkan lebih banyak permintaan sumbangan melalui pos. Ayah hanya berkata, “Mungkin saya bisa membantu.” kenang Bill Gates.

Pelajaran itulah yang membuat Yayasan Bill & Melinda Gates sampai pada sekarang ini, semua berkat rasa kedermawanan ayahnya dengan gaya kepemimpinann kolaboratif, bijaksana, dan serius dalam belajar. Dia bermartabat tetapi membenci apa pun yang tampak sok.

Bill Gates
Bill Gates. Photo: Instagram @iambillgates

Salah satu gambaran sifat kedermawanan yang kini masih dikenang Bill Gates yakni kesedihan ayahnya melihat orang susah. “Dia cepat menangis ketika dia melihat orang-orang menderita di dunia. Dan dia tidak akan membiarkan salah satu dari kami melupakan orang-orang di balik strategi yang kami diskusikan.” Katanya.

Orang-orang yang datang melalui Gates Foundation merasa terhormat bisa bekerja dengan ayah saya. Dia melihat yang terbaik dari setiap orang dan membuat semua orang merasa spesial.

Kami bekerja sama di yayasan bukan sebagai ayah dan anak, tetapi sebagai teman dan kolega. Dia dan saya selalu ingin melakukan sesuatu yang konkret bersama. Ketika kami mulai melakukannya secara besar-besaran di yayasan, kami tidak tahu betapa menyenangkannya kami. Kami hanya semakin dekat selama lebih dari dua dekade bekerja bersama.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close