Trending

BIN soal penyandang dana FPI, yang bahaya itu hand by hand sebab…

Juru bicara Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto menjelaskan dugaan aliran dana terorisme ke rekening Front Pembela Islam (FPI). Wawan meminta publik untuk bersabar menunggu penyelidikan dari kepolisian soal hal tersebut. Wawan mengatakan dalam penelusuran ini, yang bahaya adalah hand by hand.

Wawan memastikan hasil penyelidikan dana yang masuk ke rekening FPI akan terungkap nanti di pengadilan, apakah benar dari teroris atau tidak. Jadi dia meminta publik untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan penegak hukum. Jangan berasumsi dan berspekulasi dulu.

Yang bahaya itu hand by hand

Badan Intelijen Negara
Logo Badan Intelijen Negara Foto: Antara

Wawan menjelaskan untuk sampai pada kesimpulan apakah FPI menerima dana dari teroris perlu dibuktikan di pengadilan.

Dia mengajak publik untuk lebih adil cara berpikirnya, yang lebih tahu dana masuk ke rekening FPI itu untuk terorisme atau tidak adalah dari niatan si pentransfer dana.

Nah niatan atau motif ini nanti akan terungkap dalam persidangan.

“Memang ada donasi yang bertujuan dan berakses melawan hukum ada orang yang bertujuan menyumbang. Penelusuran selanjutnya akan beri jawaban gamblang, notabene ini tak mudah untuk bisa melihat mindset seseorang,” jelas Wawan dalam Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin 8 Februari 2021.

Nah mengingat penyelidikan dugaan rekening FPI menerima dana terorisme ini masih berjalan, Wawan mengatakan BIN tidak akan mau berasumsi soal aliran dana terorisme ke rekening FPI. Sebab itu potensial menjadi bias lantaran penyelidikan masih berjalan.

Namun demikian dia memastikan nantinya penegak hukum akan membuka seterang-terangnya temuan aliran dana tersebut. Pembuktiannya akan ada di ruang pengadilan.

Nah Wawan mengatakan ada yang lebih sulit dalam deteksi aliran dana mencurigakan atau terorisme yang dikaitkan dengan FPI.

“Yang paling susah itu (transaksi) hand by hand, penerimaan ini tak terjejak, di situ diketahui setelah persidangan. Bahwa nanti dia (pemberi atau penerima dana) ngaku dari mana dan digunakan untuk apa, itu terkuak setelah persidangan. Hand by hand ini sulit dilacak,” jelasnya.

Transaksi hand by hand ini atinya penerimaan dana tidak melalui perbankan.

“Memang kita terus menelusuri dan tiap laporan PPATK mesti ada tindak lanjut, kita tak ingin keliru dalam melangkahdan memutuskan keliru. Lalu lintas keuangan sangat menentukan sebuah gerakan dan kita sadari gerakan apapun ada alian darahnya ya uang itu, Di samping mereka punya kelompok, kalau tak ada aliran tadi mati suri, menunggu aliran lain,” tuturnya.

PPATK profesional

Habib Rizieq di depan massa FPI
Habib Rizieq di depan massa pendukungnya Foto: Antara

Wawan meyakini PPATK profesional dalam mendeteksi aliran dana mencurigakan, termasuk yang masuk ke rekening FPI.

Dalam deteksi aliran mencurigakan, PPATK tak bekerja sendirian. PPATK bersama lembaga lain di dunia yang sejenis bekerja sama menelusuri aliran dana yang melanggar hukum.

“Banyaknya aliran dana dan transaksi itu miliaran sedunia dan itu PPATK mengawasinya. Kan ada grup di berbagai negara untuk buka jendela informasi, misalnya transaksi itu dicurigai beri dorongan gerakan ilegal untuk teror atau ilegalmelawan hukum, narkoba atau tujuan ilegal lain. Ini semua nanti kepolisian akan menyelidiki termasuk menanyai pihak yang ada di transaksi itu,” jelasnya.

Terkait penelusuran dugaan aliran dana terorime ke rekening FPI, Wawan menegaskan penegak hukum tak mau ada kekeliruan dalam penindakan yang terindikasi pidana.

“Misalnya ada peristiwa pidana di Indonesia terjadi dan berbagai penangkapan, di sana di-trace siapa pendananya dan sekarang kan sedang marak ada kasus WNA (transfer ke rekening FPI), di situlah pembuktian nanti legal bisa dibuktikan. Kita ini pro justicia. Oleh karenanya berbagai lini yang sudah terjadi nanti akan terungkap gamblang apa, siapa pola pemberiannya,” jelasnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memergoki adanya arus lalu lintas keuangan lintas negara alias dana dari asing ke rekening FPI. Fakta ini muncul usai PPATK melakukan pemblokiran terhadap 92 rekening milik FPI dan afiliasinya. Pemeriksaan dilakukan untuk menyelidiki apakah aliran rekening ini terindikasi tindak pencucian uang dan sebagainya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close