Trending

Bintang Emon dibela Presiden PKS dan DPR: Orang kritis bernasib buruk

Nama Bintang Emon kembali memuncaki trending topic Twitter setelah diserang balik oleh buzzer. Ia dituding menggunakan obat terlarang Sabu, pasca dirinya memberikan kritik terhadap kasus Novel Baswedan.

Menanggapi hal itu, rupanya banyak yang membela Bintang Emon, salah satunya Presiden PKS, Sohibul Iman dan Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay.

Baca juga: Unggah hasil tes, Bintang Emon ladeni tuduhan buzzer pakai sabu

Di lokasi berbeda keduanya memberikan pernyataan soal rasa khawatirnya akan keselamatan komika Bintang Emon

Presiden PKS, Sohibul Iman, menyayangkan serangan balik yang diterima komika Emon setelah mengeritik kasus Novel Baswedan.

Serangan balik para buzzer itu turut menyedot perhatian anak-anak Sohibul Iman. Dia memiliki tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan.

Komika Bintang Emon. Foto: IG @Bintangemon
Komika. Foto: IG @Bintangemon

Anak-anak Sohibul Iman mengutarakan kekhawatiran setelah Bintang Emon melontarkan kritikan kepada kasus Novel Baswedan. Mereka menyebut Bintang Emon adalah komika yang hebat dan berani.

“Mereka sama-sama khawatir dengan keamanan Emon. Saya kaget. Kata mereka, ‘susah pak, orang-orang kritis pada bernasib buruk. Kita enggak bebas,” kata Sohibul Iman melalui akun Twitter, hari ini (15/6).

Dari penuturan anaknya itu, Sohibul Iman menyimpulkan tiga hal. Pertama, Bintang Emon adalah komika yang fenomenal di kalangan milineal. Kedua, dua menyimpulkan bahwa tiga anaknya sudah memiliki feeling politik, butuh digali lebih dalam agar semakin terasah.

“Ketiga, joka kita lercaya mood anak kecil (SD kelas 6) suka lurus, kita harus periksa ilang praktik-praktik demokrasi kita,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Daulay yang juga khawatir akan nasib Bintang meminta pemerintah turun tangan menertibkan buzzer setelah komika Bintang Emon diduga diserang karena mengunggah video kritik persidangan kasus Novel Baswedan.

Saleh menyampaikan tidak boleh ada seorang pun yang mendapat ancaman karena menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Novel Baswedan. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Novel Baswedan. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

“Ya, kita berharap pemerintah kan punya aparat di Kominfo, kalau ada yang bentuknya mengarah kepada bully, dan juga mengarah fitnah, ancaman segala macam, saya kira boleh-boleh saja diperiksa, ditelusuri,” kata Saleh saat ditemui di Ruang Fraksi PAN di Kompleks Parlemen, Jakarta, dilansir Era Muslim.

Saleh mengingatkan Indonesia telah sepakat menganut demokrasi sebagai sistem politik. Seharusnya segenap aparat dan pejabat pemerintahan ikut berkomitmen menegakkan demokrasi.

Salah satu ciri demokrasi, kata dia, adalah kebebasan berpendapat warga negara untuk mengkritik pengambil kebijakan. Saleh berharap pemerintah bisa menjamin hak tersebut.

Baca juga: Sindiran sinis Bintang Emon terhadap penyiram air keras Novel Baswedan

“Pemerintah adalah bagian dari pengambil kebijakan atau pelaksana dari kebijakan itu sendiri, maka harus bersedia untuk dikritik, selama kritik itu bertanggung jawab, bukan dalam bentuk fitnah,” ucap dia.

Diketahui, Bintang Emon mendapat respons tajam setelah mengunggah kritiknya tentang kasus Novel Baswedan.

Bintang dituduh memakai narkoba tak lama setelah mengunggah video kritiknya. Dia juga ditengarai mengalami gangguan di akun email miliknya.

Dalam video itu, ia mengkritisi alasan jaksa penuntut umum yang hanya menuntut pelaku satu tahun penjara. Bintang membalut kritiknya dengan guyonan-guyonan khas stand up comedy.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close