Trending

Bir palsu sama kejam dengan Corona, dua minggu cabut 100 nyawa

Dalam kurun waktu dua minggu, sebanyak 100 nyawa melayang akibat mengonsumsi bir palsu yang beredar di pasaran. Warga Meksiko yang tewas tersebut, terpaksa meminum bir palsu karena minuman keras semenjak pandemi sulit ditemukan di pasaran sejak wabah corona melanda.

Seperti dilaporkan Reuters, pasokan bir semenjak pandemi corona membuat beberapa produsen membatasi aktivitas produksinya, membuat peredaran bir palsu marak. Seperti produsen bir Heineken dan Grupo Modelo, secara resmi mengurangi produksinya selama pandemi.

Kondisi tersebut, justru dimanfaatkan banyak produsen bir kecil meracik bir palsu yang dipasarkan ke banyak wilayah di Meksiko. Tingginya permintaan bir selama pandemi membuat peredaran bir palsu cepat meluas.

Ilustrasi pemusnahan miras oplosan
Petugas mengamankan miras oplosan Foto: Antara

Sayangnya racikan bir palsu yang tidak memperhatikan standar layaknya produsen bir pada umumnya, berdampak pada kesehatan peminumnya. Tercatat sudah ada sekira 100 orang Meksiko meregang nyawa akibat meminum bir palsu tersebut.

Korban terbanyak akibat dampak dari bir palsu melanda beberapa warga seperti wilayah Jalisco, Yucatan, Puebla, dan Morelos. Wilayah tersebut juga diketahui mulai kekurangan pasokan bir untuk warganya sejak Maret atau masa pandemi corona mulai terjadi.

Kasus tewasnya warga Meksiko akibat bir palsu, rupanya tak segera terhenti, bahkan angka kematian terjadi cukup tinggi saat perayaan hari ibu. Dimana banyak masyarakat yang tetap membeli bir palsu di pasaran untuk perayaan hari ibu di Meksiko.

Miras palsu juga menewaskan 20 warga Kota Chiconcuautla, Puebla, akibat peristiwa yang terus memakan korban membuat pemerintah setempat mengeluarkan darurat kesehatan kepada warganya.

Miras oplosan diamankan petugas
Berbagai jenis minuman keras Foto: Antara

Pihak berwenang juga langsung melakukan beberapa langkah tegas terhadap penyebaran bir palsu. Beberapa wilayah dilakukan pemeriksaan khususnya daerah yang memproduksi miras lokal yang biasa dikonsumsi kalangan tertentu.

Hasilnya Kepolisian Puebla sendiri berhasil menyita sebanyak 200 liter alkohol lokal dengan merek refino. Saat ini pemeriksaan tengah dilakukan terkait produk bir lokal merek tersebut. Polisi akan membawa sampel tersebut dan melihat kadar alkohol dan campuran bahan lain yang membahayakan tubuh.

Baca juga: Ketua gangster paling sulit ditangkap, tewas di tangan corona dalam 2 hari

Kepolisian setempat juga tengah melakukan penyelidikan terkait produsen dan pengedar bir palsu yang beredar di pasaran dan menewaskan ratusan orang tersebut. Hingga saat ini, kepolisian menyatakan belum mengetahui pasti asal usul bir tersebut.

Pemusnahan miras ilegal
Miras oplosan dimusnahkan petugas Foto: Antara

Sebagai langkah pencegahan jatuhnya korban jiwa yang sudah cukup banyak, Pemerintah Meksiko akan mengeluarkan peraturan terkait pembatasan konsumsi alkohol untuk seluruh warga di Meksiko. Peraturan telah dilakukan sejak April, dan bertujuan untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga akibat pandemi, korban miras palsu dan korban corona.

Warga Meksiko memang dikenal banyak mengonsumsi bir setiap harinya. Kebiasaan terhadap minuman beralkohol ini menjadi hal biasa yang dilakukan para warganya. Karenanya ketika pasokan bir terganggu, warga akan tetap mencarai minuman beralkohol meski mengetahui bir tersebut merupakan minuman palsu.  

Dengan durasi tersebut, bir palsu bisa dinilai sama kejam dengan Corona di Meksiko yang telah tercatat terjadi 40 ribu kasus, serta angka sembuh mencapai 27 ribu dan angka kematian mencapai 4 ribu jiwa.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close