Trending

Bisa jadi Capres, KSAD Andika Perkasa kudu belajar dari Gatot Nurmantyo

Setelah namanya mencuat dan digadang-gadang jadi kandidat kuat pengganti Panglima TNI Hadi Tjahjanto yang akan pensiun, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa ternyata berpeluang menjadi kuda hitam pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Pendiri lembaga survei Kedai Kopi, Hendri Satrio. Menurutnya Jendral Andika berpotensi jadi tokoh alternatif pilpres asal memenuhi persyaratan yaitu harus memiliki panggung dan citra baik yang secara konsisten terus terjaga.

Baca juga: Jelang Pilkada Solo elektabilitas Gibran melejit, begini alasannya

“Kepala daerah misalnya, selesai di 2022-2023. Sama, Andika juga begitu, selesai (pensiun) di 2023. Panggung politik harus dimiliki sampai kontestasi berlangsung,” ungkap Hendri seperti dikutip dari Tempo, Selasa 23 Juni 2020.

Dirinya pun mengatakan, sebenarnya saat ini setiap tokoh memiliki peluang yang sama untuk maju mencalonkan dirinya di bursa pemilihan presiden 2024 mendatang. Kendati demikian ia menilai, hingga saat ini tidak banyak tokoh yang memiliki panggung dan potensi tersebut.

Belajar dari Gatot Nurmantyo

Hendri pun mencontohkan seperti halnya yang pernah dirasakan oleh panglima TNI Gatot Nurmantyo di bursa pilpres 2019. Kala Gatot masih menjabat sebagai panglima TNI, sosoknya kerap menjadi sorotan publik.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Instagram Gatot.
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Instagram Gatot.

Namun ketika posisinya digantikan oleh Masekal Hadi Tjahjanto, Jendral Gatot tak terdengar lagi dan seakan-akan menghilang dari publik. Pengalaman Gatot tersebut bisa menjadi pembelajaran jika Jendral Andika ingin mengikuti pilpres mendatang.

“Selesai dari panglima, enggak ada panggungnya, dia hilang juga.” ungkapnya.

Dirinya pun memprediksi, sejumlah tokoh yang berpotensi mempunyai panggung hingga Pilpres 2024, seperti Wakil Presiden Ma’ruf Amin, para menteri yang tak diberhentikan, anggota DPR, hingga para ketua umum partai politik.

Prediksi setelah pensiun

KASAD Jenderal Andika Perkasa. Foto: Minews
KASAD Jenderal Andika Perkasa. Foto: Minews

Nantinya, apabila Andika Perkasa memasuki masa pensiun di tahun 2023, dirinya mengungkapkan, terdapat sejumlah kemungkinan yang akan terjadi terkait karier politik menantu Hendropriyono tersebut. Ada kemungkinan Andika akan bergabung dengan salah satu partai politik, atau bahkan membuat partai sendiri seperti yang dilakukan oleh SBY.

“Kalau selesai di 2023, pensiun, paling tepat dua hal: dia (Andika) bikin partai seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) atau masuk ke parpol sebagai anggota partai.” imbuhnya.

Hendri pun menambahkan, bagi masyarakat Indonesia, presiden yang memiliki latar belakang militer masih memiliki daya tarik tersendiri. Mengingat pendahulunya yaitu SBY berasal dari kalangan militer dan berhasil menjadi Presiden selama dua periode. Hal tersebut menunjukkan betapa kuatnya kalangan militer di mata masyarakat.

“Kalau Pak Jokowi warisannya bagus-bagus, supremasi sipil tetap terjaga. Tapi kalau ada beberapa kekurangan yang oleh masyarakat dinilai bisa diisi oleh militer, maka akan kembali ke militer,” tutupnya. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close