Trending

Bisnis Ustaz Yusuf Mansur bermasalah diungkap, banyak jemaah teriak

Kehidupan bisnis Ustaz Yusuf Mansur yang bermasalah baru-baru ini dikupas habis oleh rekannya HM Joesoef. Pembahasan bisnis tersebut dibahas dalam sebuah buku karya HM Joesoef berjudul ‘Yusuf Mansur Obong’.

Menurut Joesoef, buku yang baru dirilisnya itu berisi tentang berbagai usaha atau bisnis Ustaz Yusuf Mansur yang diduga melanggar ketentuan dan bermasalah, mulai dari investasi hotel, hingga rencana pembelian klub sepakbola.

Baca Juga: Keren, sedikit lagi UI temukan obat penawar virus corona

Buku ‘Yusuf Mansur Obong’ sendiri sengaja dirilis Joesoef sebagai maksud pembuka kesadaran bagi Ustaz Yusuf Mansur dan menghentikan segala berbagai dusta bisnisnya. Sebab Ustaz Yusuf Mansur diklaim telah merugikan banyak orang.

“Banyak kasus. Dia melakukan perbuatan melawan hukum. Bahasa sederhananya bohong. Berhentilah melakukan sesuatu yang menjadi perbincangan publik. Buku ini supaya menyadarkannya dan menghentikan kegiatannya itu,” kata Joesoef saat meluncurkan bukunya di Condongcatur, Sleman, disitat Gatra, Senin 9 Maret 2020.

Joesoef kemudian bercerita bagaimana Ustaz Yusuf Mansur getol berusaha membangun kerajaan bisnis-nya pada periode 2017 dan 2018. Beberapa di antaranya mengumumkan rencana pembelian klub sepakbola di dalam dan luar negeri. Selain itu Ustaz Yusuf Mansur juga menyatakan akan membeli saham Bank Muamalat dan BRI Syariah.

Baca Juga: Dibully murtad pindah agama, Mezty Mez: Imanku justru makin tebal

Rencana itu kemudian memantik para jemaahnya untuk berinvestasi melalui unit usahanya. Sayang, semua tak terwujud dan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

Dituntut jemaah

Sementara itu, dalam peluncuran buku ‘Yusuf Mansur Obong’, hadir pula Hilwa, seorang mantan tenaga kerja wanita asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjadi salah satu korban bisnis Ustaz Yusuf Mansur.

Kata Hilwa uangnya sebesar Rp50 juta sampai kini tak jelas nasibnya usai diinvestasikan di unit bisnis Ustaz Yusuf Mansur, Paytren. Atas kondisi demikian, Hilwa kemudian mencurahkan banyak kekecewaan soal Mansur.

“Dulu awalnya kami percaya karena beliau ustaz. Tapi sampai sekarang saya tidak tahu uang saya di mana. Paytren tidak bisa digunakan, tapi beliau sampai sekarang ngomong kalau Paytren keren, Paytren cerdas,” tutur dia.

Joesof menambahkan, hingga kini Yusuf Mansur sudah digugat banyak jemaahnya. Beberapa kasus yang mengemuka lain seperti proyek Patungan Usaha, Patungan Aset, dan Condotel Moya Vidi.

Baca Juga: Adian heran dengan kerja Menhan Prabowo: Belum kelihatan

Sementara itu kemunculan buku ‘Yusuf Mansur Obong’ karya HM Joesoef langsung mendapat reaksi keras dari Ustaz Yusuf Mansur. Melalui saluran Instagramnya beberapa hari lalu, Yusuf Mansur marah dan mengaku bakal melaporkan orang yang menyerang kehormatan dan menuduhnya sebagai penipu.

Yusuf Mansur melalui saluran Instagram TV merasa sudah cukup diam sejak 2014 atas tuduhan dirinya sebagai penipu dalam menjalankan beberapa bisnisnya.

Joesoef pun mengaku cukup kaget atas respons Yusuf Mansur atas buku ini melalui media sosialnya. “Saya kaget juga. Dia kemarin ngancam sekitar 40 menit di Instagram. Ini proses demokrasi. Kalau sedikit-sedikit lapor polisi dan polisi bertindak sesuai kemauan pelapor maka hancur demokrasi,” katanya.

Baca Juga: Heboh penemuan dua tuyul di Ciamis, polisi akhirnya turun tangan

Padahal, sebagai teman Mansur, Joesoef menyatakan telah berkali-kali mengingatkan Mansur. Tapi hal itu tidak diindahkan oleh Mansur. “Jika isi buku ini ada yang salah, atau ada yang perlu dikoreksi, silakan dibuat buku tandingan. Nanti masyarakat yang akan mengujinya,” ucapnya.

Penjelasan Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur sendiri belakangan berniat bakal menempuh jalur hukum terkait upaya pihak-pihak yang coba meyudutkan dirinya.

Melalui akun media sosialnya, hal itu diungkapkan Ustaz Yusuf Mansur. “Kita akan siap2 laporin ke kepolisian Bukan krn nama. Tp untuk perjuangan ekonomi Ummat & Tahfizh,” katanya.

“Saya selama ini diam, rupanya mungkin salah. Bismillah, ini sesuatu yang nanti jadi kayak legitimate (sah), ya di re-legitimate (disahkan) lagi, supaya kemudian perjuangan kami mulus ke depannya,” katanya dalam pesan suara yang disitat CNN.

Ia menjelaskan tuduhan penipuan yang dilayangkan kepada dirinya terkait investasi di Condotel Moya Vidi di Yogyakarta. Mulanya, Yusuf Mansur mengajak jemaahnya menanam modal secara patungan pada Moya Vidi. Akan tetapi, dalam perjalanannya pembangunan condotel itu tak berlanjut.

“Moya Vidi itu bukan proyek saya. Saya sama sekali tidak menipu di sana. Bahkan teman saya yang mengelola Moya Vidi itu bukan nya menipu tapi karena ada moratorium, tidak jadi bikin apartemen dan sebagainya,” paparnya.

Namun, Yusuf Mansur mengklaim telah mengonversi saham jemaah yang ditempatkan di Moya Vidi kepada Hotel Syariah Siti di Tangerang. Tetapi, belakangan banyak jemaah yang memilih untuk mencabut investasinya. Ia menuturkan telah mengembalikan investasi jamaahnya tersebut secara bertahap.

“Tidak ada yang ditunda-tunda dan alhamdulillah dengan izin Allah SWT sudah tinggal dikit (yang belum dikembalikan). Nah, ini yang kemudian dinyaringin bunyinya yang itulah,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close