Trending

Black box Sriwijaya sampai pecah, Kapten Vincent: Saya tahu ada kesalahan

Pilot dan Vlogger Kapten Vincent Raditya menanggapi temuan Basarnas atas keberhasilannya mengangkat black box tipe Flight Data Recorder (FDR) dari Sriwijaya SJ 182.

Menurut dia, dengan ditemukannya black box tipe FDR, akan menjadi salah satu titik terang atas tragedi mengenaskan di atas perairan Kepulauan Seribu itu.

Sejauh ini memang masih ada pekerjaan rumah tersendiri soal keberadaan black box tipe Cockpit Voice Recorder (CVR) yang belum ditemukan dan terpisah dari FDR.

Baca Lainnya

  • Padahal CVR penting berkaitan dengan rekaman suara pilot di kokpit pesawat. “Tentunya saya merasa ini akan jadi arah yang cukup baik untuk mendapatkan data yang lebih akurat. Daripada kita nilai dengan data yang tidak akurat,” katanya disitat live di saluran CNN, Rabu 13 Januari 2021.

    Kapten Vincent lantas ditanya soal faktor yang menyebabkan terjadinya black box pecah, hingga memisahkan FDR dan CVR pesawat Sriwijaya.

    Apakah benar ada tabrakan hebat antara pesawat dengan air laut saat SJ 182 jatuh hingga menimbulkan adanya ledakan tinggi sampai black box ikut pecah.

    Menjawab pertanyaan itu, Kapten Vincent lantas mengaku tak bisa mengonfirmasi hal itu. Akan tetapi dia memastikan jika memang benar kecepatan jatuh pesawat Sriwijaya Sj 182 yang jatuh sangatlah tinggi.

    Soal adanya kemungkinan sabotase Sriwijaya SJ182, begini penjelasan Kapten Vincent. Foto: YouTube
    Soal adanya kemungkinan sabotase Sriwijaya SJ182, begini penjelasan Kapten Vincent. Foto: YouTube

    “Kalau ledakan saya tidak bisa konfirmasi mengenai hal tersebut. Tetapi, dari dentuman jatuhnya pesawat dengan kecepatan yang luar biasa tinggi itu bisa menyebabkan disintegration aircraft,” katanya kemudian.

    Kapten Vincent sebut ada kesalahan di Sriwijaya jatuh

    Baginya, jatuhnya pesawat hingga menjadi serpihan di lautan, menunjukkan jika ini adalah tanda kalau kekuatan tabrakan sangatlah tinggi. Maka itu, potensi hancur, sangat terbuka lebar.

    Termasuk adalah bagaimana bisa black box bisa memisahkan FDR dan CVR.

    “Pesawat ini bisa pecah menjadi serpihan, ini adalah karakteristik bagaimana pesawat jatuh dengan kecepatan sangat tinggi, karena massa bobot beban pesawat itu sendiri juga sudah cukup berat. Jadi ketika dia masuk ke dalam laut, dengan kekuatan yang sangat tinggi, kemungkinan besar hancur. Maka terbuka kemungkinan satu benda akan berpisah dengan benda lainnya,” katanya.

    Soal penyebab, Kapten Vincent lagi-lagi tak bisa memberikan analisa mendalam. Sebab dirinya tak mau menerka-nerka tanpa data dan informasi yang jelas. Karena untuk menilai apakah ada kesalahan saat Sriwijaya itu jatuh, disebut memiliki variabel yang cukup banyak.

    Dirinya juga tak ingin, dengan adanya banyak pendapat di ruang publik, masyarakat menjadi semakin khawatir dan takut untuk menaiki pesawat udara. Karena, dia sendiri mengaku kebanjiran pesan di ponsel dan sosial medianya, soal bagaimana takutnya masyarakat untuk sekadar naik pesawat di masa sekarang ini.

    “Yang saya khawatirkan adalah bagaimana orang makin takut dengan pesawat. Apalagi dengan pesawat Sriwijaya Air. Berulang kali saya berusaha menenangkan mereka bahwa penerbangan itu aman. Ini adalah salah satu alat transportasi yang sangat aman, walau pun kejadian begini,” katanya.

    “Saya tahu ada kesalahan, tapi jangan sampai stop believing aviation,” katanya lagi.

    PR temukan CVR Sriwijaya

    Terkait apakah data FDR yang ditemukan Basarnas sudah cukup untuk menjawab penyebab Sriwijaya jatuh, Kapten Vincent menampiknya. Kata dia, akan lebih baik jika data FDR dan CVR ditemukan.

    Sebab keduanya merupakan satu rangkaian utuh, tanpa ada salah satu di antaranya, tidak mungkin analisa dan final investigasi dapat secara utuh diselesaikan.

    “Pastinya untuk lengkapnya, harus dua. Sebab bukan cuma bisa mendeteksi apa sebenarnya masalah pada pesawat, tetapi bagaimana juga pilot menghandle kejadian itu. Kalau tanpa itu, ada kemungkinan ada sedikit kendala, agak sulit cari keputusan final investigasi. Lebih baik dua-duanya,” katanya.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close