Trending

Black box Sriwijaya sampai pecah, eks investigator KNKT makin curiga kalau…

Tim SAR gabungan hingga kini masih terus mencari keberadaan black box tipe Cockpit Voice Recorder (VCR) atau rekaman suara pilot di kokpit pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh. Sejauh ini, tim SAR baru menemukan black box tipe Flight Data Recorder (FDR) atau boks yang menyimpan soal data penerbangan.

Pencarian VCR sendiri hingga kini masih menemui kendala, karena underwater acoustic beacon (ACB) atau alat yang memancarkan sinyal dan harusnya menempel terlepas. Ini menunjukkan jika black box dari pesawat Sriwijaya tersebut mengalami pecah, alias berkondisi tidak utuh.

Sehingga tim harus melakukan pencarian black box VCR tanpa ada bantuan pemancar sinyal.

Baca Lainnya

  • Terkait hal ini mantan investigator KNKT Ruth Hanna Simatupang mengatakan dia curiga akan fakta demikian terkait bisa pecahnya black box Sriwijaya. Sebab itu menunjukkan fakta baru terkait situasi pesawat ketika jatuh ke Kepulauan Seribu, pada Sabtu lalu, 9 Januari 2021.

    Lantas apa kecurigaan Hanna? “Kalau melihat pecahan seperti itu, dan dia bisa berpencar-pencar tak karuan, atau terpisah dari kotak yang mereka harusnya bersama, berarti ini benturannya sangat keras sekali,” kata Hanna disitat Apa Kabar Indonesia, Rabu 13 Januari 2021.

    Soal adanya kemungkinan sabotase Sriwijaya SJ182, begini penjelasan Kapten Vincent. Foto: YouTube
    Soal adanya kemungkinan sabotase Sriwijaya SJ182, begini penjelasan Kapten Vincent. Foto: YouTube

    Menurut Hanna, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sendiri sejauh ini sudah merilis data jika pada saat peristiwa berlangsung, mesin pesawat dalam keadaan hidup. Praktis, ketika menghantam laut, kecepatannya sangat tinggi.

    “Jadi, posisinya jatuhnya sangat cepat sekali, karena dari ketinggian 10 ribu, dan berhenti di 250 kaki, kemudian dia baru menghantam laut,” katanya lagi.

    Black box Sriwijaya pecah usai hantam keras laut

    Dari peristiwa di atas, Hanna memperkirakan tabrakan keras itulah yang kemudian membuat black box Sriwijaya dan umumnya berada di ekor pesawat bisa terlepas.

    “Kemungkinan begitu ya, kalau lihat pecahannya sampai beaconnya saja bisa bersama kenapa FDR dan CVR-nya bisa terpisah. Berarti black box-nya sudah terbuka ini. Sebab biasanya ada covernya yang menutup mereka,” katanya.

    Akan tetapi, dengan kondisi yang ada Hanna tetap optimis semua data yang diperlukan untuk investigasi bakal tetap bisa dibaca. Sebab nantinya data yang disimpan dalam microchip khusus tersebut, akan disesuaikan, baik tindakan dan suara-suara yang tercatat dalam FDR.

    Di mana, investigasi itu akan dilakukan oleh para analisis investigator dan cukup membutuhkan waktu yang lumayan tak sedikit.

    Penyebab kecelakaan?

    Di kesempatan yang sama, pendapat juga dilontarkan oleh pengamat penerbangan Cheppy Hakim. Dia cukup turut bersyukur lantaran Basarnas sudah mendapatkan FDR dari pesawat Sriwijaya yang jatuh.

    Ilustrasi pesawat terbang. Foto: Flightzona.
    Ilustrasi pesawat terbang. Foto: Flightzona.

    Sebab, data FDR ini dinilai sangat bermanfaat dalam konteks investigasi yang dilakukan oleh tim KNKT. Karena data-datanya kemudian akan dibaca dan dicocokkan dengan tindakan pilot dan rekaman percakapan kokpit.

    “Mudah-mudahan black box atau flight data recorder ini bisa terbaca dengan baik. Saya percaya walau terpisah, data penerbangan dan suara di kopit, mudah-mudahan masih bisa terbaca. Dan saya yakin masih bisa terbaca,” katanya.

    Bagi Ceppy, proses selanjutnya memang masih terbilang panjang. Karena bukan sekadar membaca saja. Namun juga akan ada analisa mendalam mengenai fakta-fakta yang ada, sambil selanjutnya mencocokkan dengan data-data awal yang diterima.

    “Nah, ini adalah kunci, apa yang menyebabkan pesawat bisa seperti itu, yakni mesin masih hidup, lalu turun cepat, hancur lebur. Dari rekaman data penerbangan di kokpit nantinya akan dicocokkan dengan data awal yang dikumpulkan oleh KNKT, dicocokkan ahlinya, sampai disimpulkan apa penyebabnya, apakah A, B, C, dan D.”

    “Penyebab kecelakaan biasanya tidak 1, 2, dan 3, tetapi secara akumulatif penyebab terjadinya kecelakaan. Final result ini nantinya selalu diikuti dengan rekomendasi. Ini sangat penting digunakan untuk corrective action, agar tak terulang dengan penyebab yang sama dan mirip-mirip,” katanya lagi.

    loading...
    Topik

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Back to top button
    Close