Trending

Blak-blakan, pakar ini beberkan manfaat ganja di persidangan

Dalam persidangan kasus Ardian Aldiano yang tertangkap lantaran menanam ganja, seorang pakar mengungkapkan manfaat kesehatan dari ganja.

Sidang terkait kasus penanaman ganja secara hidroponik yang menimpa Ardian Aldiano alias Dino bin Agus Sudarmanto kembali digelar Pengadilan Negeri Surabaya.

Baca juga: Heboh seragam satpam baru jadi mirip polisi, ada makna tersembunyi

Dalam sidang lanjutan yang dipimpin hakim, Dede Suryaman dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU), M Nizar ini, pihaknya memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan.

Selain itu, kuasa hukum terdakwa, Singgih Tommy Gumilang juga mendatangkan seorang pakar terapi hormon dari Klinik Jakarta Asah Asih Clinic (JAAC).

Disadur Beritajatim.com, dalam keterangannya di persidangan, pakar yang bernama Widya Murni ini menjelaskan sejumlah hal tentang bagaimana hubungan dan pengaruh antara hormon dan organ tubuh.

Proses berjalannya sidang. Foto: potretkota.com
Proses berjalannya sidang. Foto: potretkota.com

Lalu ketika ketua majelis hakim bertanya terkait seorang pasien yang mengobati penyakitnya dengan upaya sendiri, pakar itu menjawab bahwa upaya yang dilakukan merupakan bagian dari HAM bagi semua orang.

Lebih lanjut, pakar itu menjelaskan bagaimana tren di dunia akhir-akhir ini yang kerap melibatkan senyawa ganja pada pengobatan sebuah penyakit. Ia justru mengatakan bahwa ganja yang dianggap mengandung narkotika ternyata berkhasiat sangat baik untuk kesehatan.

Pakar itu pun mengaku sudah beberapa kali berupaya mengajukan proposal ke Kementerian Kesehatan untuk melakukan sebuah riset atau penelitian tentang manfaat ganja bagi kesehatan manusia.

Saksi yang diundang berdalih bahwa ganja juga tak menyebabkan seseorang menjadi halusinasi apabila cara penggunaannya tidak dibakar.

“Kalau sebagai obat sekarang disuling. Akar ganja sangat baik untuk diabet. Ganja bisa untuk penyakit epilepsi, dengan ganja ini bisa untuk kanker stadium lanjut,” katanya.

Tingkat ketergantungan ganja pun tak jauh berbeda dengan nikotin, kata Widya, bahkan ketergantungan ganja tak memiliki ciri-ciri yang membuat seseorang kejang-kejang kecuali orang tersebut mengkonsumsi narkotika lain.

Ilustrasi tanaman ganja
Ilustrasi tanaman ganja. Foto: TinaKru dari Pixabay

Kendati demikian, berbeda dari sejumlah negara lain, di Indonesia masih belum memperbolehkan penggunaan ganja untuk kesehatan maupun pengobatan.

Diketahui sebelumnya, Ardian Aldiano ditangkap lantaran menanam pohon ganja untuk dikonsumsi sendiri di kediamannya di Perum Wisma Lidah Kulon Blok A No 95, Kota Surabaya. Penangkapan itu dilakukan oleh petugas Ditresnarkoba Polda Jatim pada pada 27 Februari 2020 silam.

Petugas menemukan 27 tanaman hidup hidroponik narkotika jenis Ganja terdiri dari kode 1 tinggi tanaman 27 sentimeter sampai kode 13 tingggi 13 sentimeter dan handphone Iphone putih.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum M Nizar dari Kejati Jatim mendakwa Ardian Aldiano dengan Pasal 114 ayat (2) juncto 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram, yang dilakukan,” ucap jaksa dalam sidang yang diketuai Hakim Dede Suryaman itu.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close