Trending

BMW dan Nissan masuk daftar perusahaan otomotif yang terimbas covid-19

Sejak akhir 2019 lalu, dunia dikagetkan dengan mewabahnya pandemi Covid-19 yang berdampak pada sejumlah sektor perekonomian di dunia. Tak hanya itu, perusahaan otomotif juga mulai merasakan dampaknya.

Mulai dari berhentinya produksi hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal dirasakan oleh berbagai masyarakat di berbagai belahan dunia. Beberapa perusahaan otomotif besar juga dikabarkan mengalami kebangkrutan hingga tutup pabrik sepanjang wabah. Siapa saja?

Baca juga: Meski bisnis rugi, 4 artis mati-matian tak PHK karyawan

Berikut deretan perusahaan otomotif yang terdampak pandemi Covid-19.

1.BMW turunkan proyeksi laba perusahaan

Perusahaan mobil ternama asal Jerman ini menurunkan prospek laba pada tahun ini. Bahkan pihaknya memperkirakan akan terjadi kesulitan dalam menarik laba dikarenakan pandemi Covid-19 berlangsung lebih lama dari yang mereka perkirakan.

BMW Photo: Istimewa

Dilansir otomotif.bisnis, Chief Financial Officer BMW Nicolas Peter menjelaskan BMW bersiap menghadapi masa-masa sulit setelah Ford Motor Co hingga Daimler AG memperkirakan penurunan laba dalam beberapa hari terakhir karena pandemi.

Dalam siaran resminya, pihak BMW juga mengaku penjualan mobil tidak akan kembali normal dalam beberapa minggu ke depan.

Terlebih penjualan mobil pada kuartal kedua tahun ini juga diprediksi akan lebih buruk dibandingkan kuartal pertama di tahun 2020, bahkan penjualan Group BMW turun sebesar 44 persen di bulan April.

2.Renault menutup sejumlah pabrik dan PHK ratusan ribu pekerja

Untuk menyelematkan keberlangsungan perusahaan yang terus merugi, sejak Jumat 29 Mei 2020 pihak Renault melakukan PHK sekitar 2.100. Bahkan, dilansir dari katadata, pada Jumat 29 Mei 2020 Renault menyatakan akan memangkas sekitar 15.000 pekerjanya yang tersebar di seluruh dunia.

Hal ini dilakukan lantaran Renault berupaya memilih opsi penghematan sebesar 2 miliar euro atau sekitar Rp 32,5 triliun agar dapat bertahan di tengah mencekamnya pandemi Covid-19.

3.Nissan tutup pabrik di Indonesia dan Spanyol

Nissan GT-R Foto: mufrod/Hops.id

Produsen otomotif terbesar kedua di Jepang ini resmi menutup pabriknya di Indonesia dan Spanyol. Katadata menulis Kepala Eksekutif Nissan Makoto Uchida, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memastikan keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan yang stabil, setelah industri otomotif dunia dihempas pandemi corona.

Nantinya apabila dapat memproduksi kembai, Nissan akan menjadikan Thailand sebagai perusahaan utama produksi di Asia Tenggara. Lalu di benua Eropa, Nissan menjadikan Inggris sebagai basis produksi utama.(Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close