Trending

Ade Armando yakin bom Makassar ada hubungannya dengan Habib Rizieq

Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando menyeret-nyeret nama Habib Rizieq Shihab, Din Syamsuddin, dan Amien Rais di kasus bom bunuh diri Makassar. Menurut dia, ketiga orang itu dianggap turut bertanggung jawab atas tragedi yang memilukan dan mengerikan itu. Apa maksudnya?

Lebih jauh, Ade Armando menyebut para jihadis bom Makassar itu sebenarnya hanyalah korban yang tertipu oleh kebohongan yang diciptakan oleh narasi-narasi yang ditetaskan Habib Rizieq, Din Syamsuddin, dan Amien Rais.

Karena itulah Ade menganggap kaum penjahat sesungguhnya dari segala kasus terorisme adalah mereka yang terus-menerus memompakan kebencian ke benak umat Islam bahwa di Indonesia, umat Islam terus dizalimi oleh pemerintah kafir.

“Orang seperti Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, Din Syamsuddin, adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas terorisme. Mereka tentu bukanlah orang yang memerintahkan bom bunuh diri. Tapi mereka lah yang membangun narasi bahwa umat Islam di Indonesia di bawah penindasan dan kezaliman,” kata Ade Armando dikutip di saluran Cokro TV, Selasa 30 Maret 2021.

Kondisi tersebut tentu tidak sama ketika di era orde baru, ketika Soeharto memerintahkan militer untuk membantai warga sipil di Tanjung Priok, dan muncul seruan umat Islam harus bergerak melawan.

Foto dua terduga pelaku bom bunuh diri Makassar beredar. Foto: Instagram @makassar_iinfo
Foto dua terduga pelaku bom bunuh diri Makassar beredar. Foto: Instagram @makassar_iinfo

Atau di Palestina, adanya seruan untuk melakukan aksi bunuh diri melawan Israel yang memang menindas selama berpuluh-puluh tahun. Dua narasi di atas, dianggap Ade bisa diterima.

Tetapi di Indonesia saat ini, dia terus bertanya-tanya, apa penindasan terhadap umat Islam yang berlangsung sehingga para jihadis merasa berkewajiban untuk membunuhi non muslim dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.

“Tapi masalahnya ada pemuka agama Islam yang terus membangun narasi ‘kita lawan mereka’. Ini bahkan diajarkan di sekolah-sekolah dasar, menengah, sampai ke universitas. Ini terus diinjeksikan di pengajian, masjid, sampai mimbar Jumat, tabligh akbar, dan juga media sosial.”

“Bahkan secara menjijikkan orang seperti Anies Baswedan memanfaatkan sentimen keagamaan semacam itu untuk tujuan sempit, untuk menggulingkan Ahok dan menjadikan dirinya gubernur,” katanya lagi.

Habib Rizieq dan bom Makassar

Pada kesempatan itu, Ade Armando menyebut jika kejadian bom Makassar ada hubungannya dengan Habib Rizieq, Din Syamsuddin, dan Amien Rais. Hal itu dimaksudkan dalam kacamata sebab akibat.

Sebab, ketika setiap hari kebencian terhadap musuh-musuh Islam digaungkan, maka dirinya merasa tak heran jika kemudian kita melihat tumbuhnya umat Islam yang hidup dengan penuh kebencian.

Maka slogan persaudaraan umat Islam yang seharusnya seharusnya membawa kedamaian, justru dianggap menumbuhkan konsolidasi gerakan untuk menghancurkan non muslim.

Sebut saja penolakan pembangunan gereja, penolakan pemilihan kepala daerah beragama Kristen, atau pelarangan aplikasi injil berbahasa daerah. Sebagian dalam aksi boikot Indomaret, Alfamart. Ada juga pada pembangunan perumahan khusus muslim, toko khusus muslim, salon rambut khusus muslim.

Rekaman cctv bom bunuh diri di gereja. Foto: Ist.
Rekaman cctv bom bunuh diri di gereja. Foto: Ist.

Atau juga menyingkirkan non muslim dari posisi-posisi strategis di BUMN, di instansi pemerintahan, di kementerian, di universitas. “Itu semua tindakan berbahaya walau tidak memakan korban fisik,” katanya.

“Orang seperti Din, Rizieq, Amien mungkin tidak setuju dengan aksi bunuh diri itu, namun mereka menshare tujuan yang sama. Karena itulah dibutuhkan mindset bahwa umat Islam di Indonesia tidak sedang ditindas. Wacana ini yang harus dibongkar,” katanya lagi.

Lebih jauh, Ade menyebut, ada benang merah itu semua dengan kasus bom bunuh diri di Makassar beberapa hari lalu. Atau dengan apa yang dilakukan ISIS di Suriah, dan Irak. Itu semua adalah upaya untuk membangun kejayaan Islam dan menghancurkan nonmuslim dalam sebuah dunia yang dipersepsikan tidak adil dan zalim terhadap umat Islam.

“Sekarang saja kita sudah mendengar terhadap aksi di Makassar itu. Ada yang mengatakan ini adalah rekayasa pemerintah, untuk menyudutkan umat Islam. Ada yang menyebut ini adalah upaya pengalihan isu dari tuntutan pengadilan HAM dari sikap Polisi yang menewaskan para laskar FPI,” katanya.

Bagi dia, pembelaan semacam ini tentu saja mengada-ada. Sebab kalau ini rekayasa, bagaimana mungkin sampai menewaskan para pelaku bom bunuh diri. “Selama wacana ini masih bertahan, segenap ancaman diskriminasi, intoleransi sampai aksi teror akan terus mengancam Indonesia,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close