Trending

Tinggalkan Afghanistan, bos mata-mata AS akhirnya ngaku incar 4 negara ini

Amerika Serikat belakangan memilih menarik pasukannya dari Afghanistan. Rencana penarikan itu pun sempat menuai protes dari sejumlah pejabat dan politisi di sana.

Lantaran penarikan pasukan cepat-cepat ini justru dinilai bakal memicu kebangkitan kelompok teroris di Afghanistan, seperti Al Qaeda misalnya. Akan tetapi keterangan berbeda datang dari bos mata-mata di Amerika.

Direktur Intelijen Nasional AS Avril Haines justru mengatakan ancaman terbesar justru bukanlah dari Afghanistan. Lalu apa?

“Ancaman teror terbesar bagi AS kini muncul di Yaman, Suriah, Irak, dan Somalia, bukan Afghanistan,” kata dia.

Hal itu dia sampaikan pada Senin 13 September 2021, selama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Intelijen dan Keamanan Nasional tahunan, yang dimulai di pinggiran kota Washington dan diperkirakan berakhir pada Selasa 14 September 2021.

Taliban. Foto: The Denver Post
Taliban. Foto: The Denver Post

Meskipun pejabat intelijen Amerika terus mengawasi perkembangan yang terjadi di Afghanistan, Haines mengakui selama acara tersebut, bahwa ancaman teror yang lebih besar sebenarnya muncul di negara-negara seperti Somalia, Yaman, Suriah dan Irak.

“Dalam hal tanah air, ancaman sekarang dari kelompok teroris, kami tidak memprioritaskan di daftar teratas Afghanistan,” ujar Haines kepada peserta acara.

Dia menjelaskan, apa yang mereka lihat soal 4 negara ini, di sanalah mereka melihat bersemayam ancaman terbesar. Haines kemudian menindaklanjuti pernyataannya dengan menggarisbawahi bahwa badan-badan intelijen masih menempatkan “fokus besar” pada potensi kebangkitan kelompok teroris di Afghanistan.

Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Foto: VOI.
Pasukan Amerika Serikat di Afghanistan. Foto: VOI.

“Pengumpulan intelijen kami berkurang (di Afghanistan) dan itu adalah sesuatu yang harus kami persiapkan dan yang telah kami persiapkan, sejujurnya, cukup lama,” ujar dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close