Trending

Brimob tewas dikeroyok, sopir jenderal kepala intel Polri?

Pengeroyokan Brimob dan Kopassus di Kebayoran Batu Jakarta Selatan jadi perhatian masyarakat lho. Anggota Kopassus yang luka berat adalah Sersan Dua Donatus Boyau, sedangkan Brimob yang meninggal adalah Bharatu Yohanes Samuel Biet, disebut-sebut sebagai sopir kepala intel Polri.

Insiden ini menambah deret aparat yang tewas berkaitan dengan hiburan malam. Belum lama ini kan ada tuh kasus anggota TNI tewas ditembak oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng Jakarta Barat.

Nah berkaitan dengan hal itu, Ind Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkapkan secara transparan kasus tersebut. Malahan berkembang kabar anggota Brimob yang tewas dalam pengeroyokan itu merupakan sopir Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpau.

Brimob tewas sopir kepala intel Polri

Komjen Paulus Waterpau
Komjen Paulus Waterpau saat masih menjabat jenderal bintang dua. Foto Instagram @polisi_indonesia

Apa sebenarnya yang terjadi agar kasus ini tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta. Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan, setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tewasnya anggota Polri dan lukanya anggota TNI itu.

Pertama, benarkah kasus itu berlatarbelakang keributan antar oknum aparatur keamanan. Benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer.

“Benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau. Benarkah keributan terjadi saat mereka berada di MY Bar dan berlanjut di luar bar. Padahal Kapolri Sigit sudah melarang anggota Polri bergentayangan di tempat hiburan malam pasca ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng,” kata dalam keterangan tertulisnya, Senin 19 April 2021.

IPW mendesak Polda Metro Jaya segera menjelaskan kasus ini secara transparan dan segera mengantisipasi agar kasus serupa tidak terus terulang.

“Jika kasus ini berawal dari tempat hiburan malam, tentunya jadi pertanyaan kenapa tempat hiburan malam masih saja dibiarkan buka hingga pagi hari,” kata Neta.

Padahal pasca penembakan anggota TNI di kafe di Cengkareng, para pejabat di Jakarta sibuk mengecam pembiaran tempat hiburan malam buka hingga pagi hari. Hasilnya, tempat hiburan malam tetap saja buka hingga pagi hari dan aparatur keamanan kembali tewas.

Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap. RMS, PW, MI, MS dan HW. Namun kabar ini dibantah oleh kepolisian.

Neta mengatakan Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan.

Kronologi

Brimob Polri. Foto: Ist.
Brimob Polri. Foto: Ist.

Aksi pengeroyokan itu viral di media sosial yang diambil dari sebuah rekaman video CCTV. Anggota TNI-AD dan anggota Brimob Kelapa dua itu ditemukan terkapar di dekat MY Bar Jl. Falatehan I No 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peristiwa keributan itu terjadi Minggu 18 April sekitar pukul 05.30 Wib, di MY Bar Jl. Falatehan I. Laporan intelijen yang diperoleh IPW menyebutkan, keributan di Jl Falatehan itu melibatkan oknum anggota TNI-AD dan oknum Brimob Kelapa Dua.

Akibat keributan itu Sersan Dua Donatus Boyau, Nrp : 21180183870897 anggota Grup-3 Kopassus menderita luka. Saat ini korban Kopassus dirawat di RSPAD Gatot Subroto. Sedangkan Bharatu Yohanes Samuel Biet personil Rantis Sat Men 3 pelopor Kelapa dua yang juga supir Kabaintelkam Polri tewas saat dibawa ke RSPP Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dalam peristiwa itu ada dua saksi, yakni DS yang juga PNS Kementerian Maritim yang tinggal di Apartemen Kalibata. Saksi lain EM, mahasiswi STPI yang beralamat di Apartement Kalibata.

Sejumlah saksi mata menyebutkan, meski keributan terjadi pukul 05.30, tapi kedua saksi menemukan korban Bharatu Yohanes yang terluka pada pukul 07.30 sedang tergeletak di trotoar Jl Faletehan. Melihat hal ini, saksi lalu membawa korban ke RSPP dengan menggunakan taksi. Setelah sampai di RSPP korban ternyata sudah meninggal dunia.

Mendapat laporan peristiwa ini, polisi tiba di TKP untuk memeriksa korban. Hasil pemeriksaan pada tubuh korban ditemukan luka tusuk lengan kanan tembus dan luka robek paha kaki sebelah kanan.

Barang bukti yang diambil polisi dari korban adalah celana jeans biru, kemeja kotak-kotak, kaos abu-abu, kaos warna biru, sepatu Nike, topi Adidas, gasper warna hitam, kaos kaki abu-abu, handsanitiser, uang Rp 10.000 : 4 lembar, dan uang Rp 5.000: 2 lembar.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close