Trending

Bukan cuma film G30SPKI, ada sebab lain Gatot dicopot Jokowi

Belakangan Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan kalau dia dicopot Presiden Jokowi dari kursi Panglima TNI usai menginstruksikan pemutaran film G30SPKI di tubuh militer.

Intruksi itu dianggap tak disukai oleh Pemerintah, hingga akhirnya kemudian dia dicopot dari orang nomor satu di tubuh TNI. Setidaknya pernyataan itu disampaikan Gatot Nurmantyo saat menjadi salah satu narasumber di diskusi di saluran Youtube Hersubeno Arief.

Baca juga: Gatot curhat film G30S PKI, PKB: Presiden tepat copot Anda secepatnya jenderal!

Tak pelak, hanya butuh beberapa jam saja, kabar itu langsung menjadi viral di kalangan publik. Sebab, pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban soal misteri mengapa waktu pensiun Gatot dipercepat, sehingga dia harus kehilangan jabatannya ketika itu.

Terkait hal ini, Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun punya informasi lain. Menurut dia, ada kabar menyebutkan Gatot dicopot dari jabatan Panglima TNI bukan hanya karena instruksi pemutaran film G30SPKI di tubuh militer saja. Melainkan ada sebab lainnya.

Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI
Gatot Nurmantyo saat menjabat Panglima TNI ceramah di IMM. Foto Tniad.mil.id

“Isu mengenai PKI memang selalu dibawakan Gatot Nurmantyo dalam berbagai kesempatan. Memang berat bagi kita untuk menangkap secara persis, apakah masih ada PKI ini. Tapi menarik, apa korelasi pemutaran G30SPKI, dengan dengan pencopotan Gatot?” kata Refly Harun dalam keterangannya di saluran Youtube-nya, disitat Kamis 24 September 2020.

“Apakah pemerintah penguasa merasa terganggu, apakah penguasa atau pemerintah tidak suka dengan film itu, dengan segala kekejiannya,” kata dia lagi.

Ada sebab lain Gatot dicopot Jokowi

Refly kemudian menyinggung soal informasi kuat dari seorang temannya yang tak mau dia sebutkan namanya. Kata dia, pada waktu 2016-2017, Pemerintah begitu khawatir dengan sosok Jenderal Gatot. Mengapa?

Jenderal Gatot rupanya dianggap berbahaya dan bisa merecoki konstelasi politik 2019 lalu.

Jadi bisa ada korelasinya atau tidak soal pemutaran film G30SPKI, tetapi yang jelas, kata Refly, ketika menjadi Panglima TNI, sosok Jenderal Gatot jadi salah satu orang yang dikhawatirkan menjadi calon pemimpin yang diperhitungkan.

“Ada informasi seorang teman yang tak perlu saya sebut namanya. Dia mengatakan kenapa Pemerintah (tahun 2016) begitu khawatirnya dengan Jenderal Gatot? Ada tiga hal, karena dia punya tiga legacy dalam dirinya,” kata Refly.

Tiga legacy yang dimaksud yakni, pertama dia adalah jenderal Angkatan Darat. Kedua, dia berasal dari etnis mayoritas Jawa. Dan ketiga, yang tak kalah penting, dia berasal dari keluarga santri.

Gatot Nurmantyo
Gatot Nurmantyo. Foto Instagram @nurmantyo_gatot

Tiga kekuatan dalam satu dirinya ini lah yang kemudian dianggap sebagai sumber, dan bisa membahayakan atau bisa jadi rival kuat Presiden Jokowi di 2019. Hal lainnya, terbukti ketika dia menggunakan peci putih saat bersama-sama Jokowi terjun ke lautan massa aksi 212.

Dia kemudian dicitrakan positif oleh sebagian pihak. Di mana Gatot juga seakan nyaman menjadi bagian dari peserta aksi.

Hal itu pula yang kemudian dianggap mengkhawatirkan Pemerintahan Jokowi, yang membuat orang nomor satu di republik ini kemudian mencopot Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Makanya cepat-cepat dicopot. Supaya dia tidak tumbuh sebagai sesuatu yang powerfull,” tutur Refly.

“Sederhana, kekuatan tidak ingin ada matahari lain. Pertama, isu soal komunisme itu sendiri. Kedua, isu soal kekuasaan. Dan Gatot adalah salah satu sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu calon presiden potensial pada waktu itu. Karena itu pensiunnya dipercepat, agar dia tidak jadi orang yang powerfull.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close