Lifestyle

Bukan vampir, pengisap darah ternak di Sumut ternyata hewan raksasa ini

Sudah dua minggu belakangan, hewan ternak seperti bebek, ayam sampai babi mati secara misterius di Desa Pohan Tonga, Siborongborong, Tapanuli Utara. Hewan-hewan itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kehabisan darah dan bangkainya dibiarkan begitu saja. Seperti ulah vampir yang mengisap darah ternak.

Warga pun resah. Banyak yang menduga kalau itu adalah ulah makhluk pengisap darah semacam palasik, kelalawar vampir hingga makhluk halus. Tapi kini akhirnya, misteri makhluk apa yang mengisap darah ternak mulai terkuak.

Baca juga: Iming-iming Ridwan Kamil, ajak warganya gak usah ngantor di Jakarta

Biang keroknya diduga musang

Peristiwa yang menggemparkan warga Tapanuli Utara itu diselidiki oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara. Berdasarkan kesimpulan sementara, makhluk pengisap darah ternak itu bukan seperti yang disebutkan sebelumnya.

“Berdasarkan pengamatan kami dan informasi yang didapatkan dari masyarakat, besar dugaan kami termasuk keluarga musang,” ujar Kepala Tata Usaha BBKSDA Sumut Teguh Setiawan, Kamis, 25 Juni 2020 dikutip dari Kumparan.

Musang yang merupakan binatang omnivora.
Musang yang merupakan binatang omnivora. Foto: Pixabay

Hewan itu cuma menyerang satu dusun di Desa Pohan Toga saja dan memangsa saat malam hari. Bukan sembarang musang yang bisa memangsa hewan seukuran babi. Musang itu tergolong raksasa.

Menurut Teguh, dari caranya membunuh ukuran musang itu bisa lebih dari 1 meter. “Bisa lebih dari satu meter di beberapa jenis, kan jenisnya banyak ini. Ada musang bulan atau musang air. Jangan membayangkan yang kecil, dia (ada yang) besar, terus warnanya hitam, ada (juga) yang loreng putih,’’ katanya.

Untuk memastikannya, pihak BBKSDA menunjukkan foto jenis-jenis musang ke warga setempat. Tapi sampai kini, makhluk itu belum berhasul ditangkap. Untuk mempermudah pencarian, dipasang kamera di beberapa titik. Bupati juga menggelar sayembara berhadiah Rp10 juta untuk yang bisa menemukan makhluk ini.

Jejak bulu binatang

Pemburu binatang liar asal Tapanuli Utara, Mangatur Hutasoit ikut turun tangan menyelidiki kematian misterius ratusan hewan ternak. Pria berusia 49 tahun itu menemukan jejak berupa bulu binatang.

Jejak berupa bulu binatang. Foto: Antara

“Dua hari pascakematian tak wajar ratusan ternak milik Saut Simanjuntak, termasuk ternak babi yang mengalami sejumlah luka tusukan di bagian leher, serta sayatan pada bagian perut, ada beberapa helai bulu binatang yang tersangkut di antara pagar kawat berdiri yang mengelilingi kebun milik Saut,” kata Mangatur, Kamis, 25 Juni 2020 dikutip dari Antara.

Bulu binatang tersebut tidak berbau, dan memiliki warna krem atau kuning gading agak kecokelatan. “Helaian bulu tersebut saya yakini berasal dari bagian perut makhluk pemangsa, sebab rentang kawat berduri dengan jarak kurang dari tiga centimeter pada bagian bawah pagar tak mungkin dilalui makhluk tersebut. Justru bagian kolom kedua terbawah dari pagar kawat berduri dengan rentang sekitar 10 centimeterlah yang dilalui pemangsa itu,” jelasnya. Dia juga menemukan jejak urin di sekitar kandang ternak yang beraroma daun pandan.

Jejak yang ditemukan Mangatur termasuk ciri-ciri musang. Senada dengan penemuan BBKSDA. Warga bisa lebih tenang, satu per satu bukti kejadian misterius ini mulai terkuak dan penyebabnya bukanlah mistis.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close