Trending

Cak Nun ancam nurunin presiden, diketawain Ruhut dan Ferdinand, HRS dibawa-bawa

Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul serta Ferdinand Hutahean kompak menertawai ujaran Cak Nun atau Emha Ainun Nadjib yang bakal menurunkan presiden jika situasi negara darurat. Cak Nun ancam nurunin presiden, Ruhut dan Ferdinand ngetawain.

Ruhut merespons demikian sebab dia menilai budayawan cum cendikiawan muslim itu cuma omong doang. Ruhut menyindir Cak Nun menurunkan presiden itu nggak mudah lho.

Sedangkan Ferdinand pun senada. Malahan Ferdinand menyamakan Cak Nun dengan Habib Rizieq Syihab, sama-sama sebatas kata-kata tapi praktiknya nol gitu.

Ruhut dan Ferdinand ketawain Cak Nun

Ferdinand Hutahaean
Ferdinand Hutahaean. Foto Instagram @ferdinand_hutahean

Respons Ruhut dan Ferdinand itu muncul menanggapi omongan Cak Nun soal kemampuannya bisa menurunkan presiden.

Ruhut mengatakan menurunkan presiden itu nggak semudah menurunkan sopir taksi.

“Cak Nun ancam turunin Presiden andaikan Negara sudah darurat, ha ha ha tertawa Aku termehek mehek emangnya Supir Presiden Taxi bisa dituruni dipinggir jalan ngebacot pakai Otak jgn pakai Dengkul Perusahaan Taxinya saja sudah lama bubar MERDEKA,” tulis Ruhut berkicau dikutip Selasa 16 Februari 2021.

Nggak jauh beda, Ferdinand pun menertawai sesumbar Cak Nun itu. Mantan politikus Partai Demokrat itu menyamakan Cak Nun dengan Habib Rizieq, cuma koar-koar saja.

“Omongan begini sudah biasa keluar dari Cak Nun dan Rizieq Sihab, tp cm sebataas kata2 yang tak pernah bs diwujudkan.
Biarlah mulutnya berkoar2, tak perlu kita tanggapi serius, cukup tertawakan saja,”
tulis Ferdinand.

Mampu turunin presiden

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun Foto: Bentang Pustaka
Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun Foto: Bentang Pustaka

Disitat dari video berjudul ‘Hancurnya Indonesia Dimulai Rezim Ini’ yang baru-baru ini tayang di saluran Youtube Ayo Berbagi Ilmu, Cak Nun pertama-tama mengaku acap berseberangan dengan pemerintah. Namun, perbedaan tersebut bukan membuatnya benci, melainkan menuntutnya untuk cinta dan peduli.

“Pikiran saya berbeda mengenai Indonesia, saya punya cara berpikir yang berbeda dengan semuanya. But, I love you. Berbeda tidak masalah, dan saya tidak akan masalah, tidak akan memaksakan kehendakmu,” ujar Cak Nun, dikutip Senin 15 Februari 2021.

Cak Nun menambahkan, jika harus bicara jujur, dia sejatinya tak setuju dengan konsep NKRI saat ini. Bahkan, dia juga mengaku tak setuju dengan sistem dan pemimpin negaranya. Kendati demikian, dia tetap mencintai Indonesia.

“Saya hari ini tidak setuju dengan NKRI, presidennya saya juga tidak setuju, sistemnya juga tidak setuju, but I love you.”

“Kalau wanita terjalanjur hamil, apa kita pukulin laki-lakinya atau anaknya kita lahirkan dan kita santuni? Itu yang terjadi pada Indonesia, karena aku mencintai baik laki-lakinya, perempuannya, maupun anaknya. Saya akan mencintai mereka semua,” terangnya.

Lebih jauh, Cak Nun mengklaim, dia telah membuat sejumlah teori atau gambaran ideal untuk memajukan negara. Namun demikian, kata dia, Indonesia tidak membutuhkan jasanya. Sehingga, dia lebih memilih diam.

“Ngomongin perdamaian, saya punya catatan banyak sekali mengenai itu. Tapi tidak bisa saya omongkan 100 persen. Saya punya teori macem-macem, banyak sekali. Tapi karena Indonesia enggak butuh saya, ya saya diam saja. But I love you, dari jauh aku tetap mencintaimu,” tegasnya.

Cak Nun berkisah, dahulu Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden RI lantaran dia yang memintanya. Kini, dia bisa saja melakukan hal serupa, asalkan situasi negara sudah benar-benar gawat.

“Saya ini sebenernya tidak percaya dengan Indonesia, tapi Anda jangan marah. Saya yang bikin turun Pak Harto. Saya yang ngomongin Pak Harto secara pribadi, dan saya ingin melakukan itu lagi pada suatu hari.”

“Kalau negara sudah darurat, saya akan turunkan (presiden) lagi,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close