Trending

Cak Nun ungkap sosok yang dipilihnya di Pilpres 2019, Jokowi atau Prabowo?

Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun merupakan salah satu tokoh Islam terpandang di Indonesia. Itulah mengapa, suaranya dalam hal politik bisa memengaruhi banyak orang—terutama pendengarnya. Lantas, saat pemilihan presiden atau Pilpres 2019 lalu, siapa kandidat yang dia pilh?

Pada pengajian maiyah bersama Kiai Kanjeng yang digelar menjelang Pilpres 2019 lalu, ada penonton yang bertanya kepada Cak Nun mengenai pilihannya dalam kontestasi politik tersebut. Dia penasaran, kira-kira budayawan Jawa Timur itu berada di pihak mana.

“Cak, tadi kan Anda mengatakan, kami memilih dari mata kami sendiri. Saya, hanya orang awam, orang kecil yang tidak tahu apa permainan yang terjadi di atas sana. Jadi, saya ikut pilihan Anda saja, kira-kira milih siapa?” tanya penonton yang merupakan seorang wanita tersebut, dikutip Jumat 30 Juli 2021.

Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka Oktober 2019.
Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka Oktober 2019. Foto Setkab.go.id/OJI

Mendengar pertanyaan itu, penonton lainnya turut tertawa. Sebab, meski kerap mengkritik pemerintahan Jokowi, namun Cak Nun tak pernah menyatakan dukungannya terhadap Prabowo Subianto. Jadi, siapa yang saat itu dia pilih?

Sayangnya, Cak Nun tak menjawabnya dengan lugas dan jelas. Kalimat yang dia sampaikan terkesan ‘main aman’ dan tidak menjurus kepada satu sosok tertentu.

“Gini, mbak, andaikan Indonesia itu adalah satu ranah kehidupan yang sesempit urusan Jokowi dan Prabowo, aku bisa dengan mudah menyebut salah satu dari keduanya,” buka Cak Nun sambil tersenyum bijaksana.

“Tapi Indonesia jauh lebih luas, jauh lebih dalam, jauh lebih komplit daripada urusan dua orang itu. Oleh karena itu, siapapun yang dipilih, tidak tergantung siapa yang kau pilih, tapi tergantung doamu pada Allah SWT,” lanjutnya.

Jokowi Prabowo
Jokowi Prabowo di MRT. Foto jokowiprabowo.id

Tak penting siapa yang Cak Nun pilih di Pilpres 2019

Lebih jauh, dia mengingatkan, tak penting siapa kandidat yang fotonya dia coblos di balik bilik suara. Sebab, dia mengaku hanya peduli terhadap rakyat. Siapapun presidennya, kata Cak Nun, rakyat harus bersatu dan kompak demi kemajuan negara.

“Soalnya, saya ini enggak tegaan, mbak. Nanti kalau saya katakan yang sebenarnya (soal pilihan presiden), kepalamu bakal pecah. Jadi yasudah, itu di luar kekuatan hati kita. Bahkan kita tidak usah repot-repot memikirkan masalah itu, karena tak akan pernah selesai.”

“Saya juga diem aja dari dulu, enggak pernah mendorong (pilihan Pilpres). Saya mending ngurusin rakyatnya biar tetap kompak sama presiden siapapun. Pokoknya rakyatnya harus bareng-bareng,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close