Trending

Kena covid-19, calon Bupati Sulawesi Selatan meninggal dunia di hari pencoblosan

Calon Bupati Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Malkan Amin dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Rabu.

Kabar kematian calon Bupati tersebut dibenarkan Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo Dr dr Khalik Saleh. “Iya, beliau (Malkan Amin) wafat sekitar pukul 11.30 WITA,” ujar Khalik dilansir laman ANTARAnews Rabu 9 Desember 2020.

Dari infomasi yang diperoleh, Andi Malkan diduga terpapar COVID-19 dan sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat.

“Informasinya saya dengar begitu (COVID-19), tapi masih akan dikonfirmasi kepada petugasnya, saya sementara di luar ini,” ujar Khalik.

Calon Bupati Barru nomor urut tiga ini berpasangan Andi Salahuddin diusung Partai Golkar, PPP, dan Gerindra.

HM Malkan Amin lahir 11 Agustus 1948. Berdasarkan surat keterangan kematian yang dikeluarkan RSUP Wahidin Sudirohusodo, HM Malkan Amin diagnosis COVID-19.

Mekanisme penggantian paslon jika meninggal dunia

Sementara itu, ada mekanisme yang berlaku jika ada salah satu pasangan calon yang meninggal dunia.

Komisioner Komisi Pemilihan Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik mengatakan, bakal calon kepala daerah yang diterima pendaftarannya sebagai peserta pilkada dapat digantikan apabila di kemudian hari meninggal dunia.

“(Calon yang meninggal dunia) itu dapat digantikan,” kata Evi, Rabu 23 September 2020.

Evi menjelaskan, mekanisme penggantian bakal calon kepala daerah yang meninggal dunia tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pilkada.

Pasal 78 Ayat (1) PKPU tersebut mengatakan, “penggantian bakal calon atau calon dapat dilakukan oleh partai politik atau gabungan partai politik atau calon perseorangan dalam hal: (d) berhalangan tetap”.

Adapun yang dimaksud dengan berhalangan tetap ialah meninggal dunia atau tidak mampu melaksanakan tugas secara permanen.

Malkan Amin meninggal dunia
Malkan Amin meninggal dunia foto: Istimewa

Penggantian bakal calon dapat dilakukan dengan mengubah kedudukan calon gubernur, calon bupati atau calon wali kota menjadi calon wakil gubernur, calon wakil bupati atau calon wakil wali kota.

Calon wakil gubernur, calon wakil bupati atau calon wakil wali kota juga dapat diubah kedudukannya menjadi calon gubernur, calon bupati atau calon wali kota.

Evi menambahkan, pengajuan calon pengganti yang diusung dari partai politik dilakukan paling lama tujuh hari sejak calon dinyatakan berhalangan tetap. Hal ini sesuai dengan bunyi PKPU 3/2017 Pasal 82.

Dalam hal ini, partai politik pengusung dan pendukung Muharam juga diberi waktu tujuh hari untuk menyerahkan nama pengganti.

“Iya, diberi waktu tujuh hari untuk penggantian,” terang Evi.

PKPU Pencalonan juga menyebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik dilarang menarik dukungannya kepada calon atau pasangan calon pengganti.

Apabila parpol melakukan penarikan dukungan, dukungan tersebut tetap dinyatakan sah untuk paslon yang semula didukung.

Kemudian, dalam hal partai politik atau gabungan partai politik tidak mengajukan calon atau pasangan calon pengganti, salah satu calon dari paslon yang tidak berhalangan hukum tetap akan dinyatakan gugur.

Setelahnya, parpol atau gabungan parpol tidak dapat mengusulkan calon atau paslon lain.

Bukan kali pertama calon Bupati meninggal dunia jelang Pilkada

Sebelumnya Bupati Berau Muharram meninggal dunia karena Covid-19, Selasa 22 September 2020 sore.

Muharram adalah salah satu bakal calon petahana peserta Pilkada 2020 di Kabupaten Berau. Ia merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Di Pilkada kali ini, Muharram maju berpasangan dengan Gamalis sebagai Wakilnya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pasangan ini diusung PKS (empat kursi), PPP (empat kursi), Demokrat (tiga kursi) dan Gerindra (satu kursi) dengan total 13 kursi, melebihi syarat pencalonan di KPU hanya enam kursi.

Keduanya telah mendaftar ke KPU Berau pada 6 September 2020 lalu. Pendaftaran Muharram sebagai peserta pilkada pada awal September lalu diterima oleh KPU, sehingga Muharram berstatus sebagai bakal paslon kepala daerah.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close