Trending

Bukti calon Kapolri Komjen Sigit dekat kiai dan ulama

Presiden Joko Widodo akhirnya mengajukan Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Nama Komjen Listyo Sigit Prabowo dikirimkan ke DPR hari ini langsung oleh Mensesneg Pratikno.

Nama Komjen Sigit sebelumnya sudah masuk bursa calon Kapolri, dan masuk di antara 5 calon yang diajukan Kompolnas ke Presiden Jokowi. Saat ini Komjen Sigit menjabat Kabareskrim.

Komjen Sigit sosok tepat calon Kapolri

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah)
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah). Foto FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Menanggapi pengajuan calon Kapolri tunggal itu, pengamat intelijen dan Keamanan. Ngasiman Djoyonegoro Komjen Sigit merupakan sosok tepat menjadi pimpinan Polri yang dibutuhkan sesuai dengan situasi kebangsaan hari ini.

Mengapa tepat? Menurut Simon, panggilan akrab Ngasiman Djoyonegoro, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika dan berdasarkan Pancasila tapi isu-isu SARA masih digunakan untuk menyerang pemerintah dan aparat penegak hukum.

Hal ini membawa situasi politik dan kemasyarakatan yang kurang kondusif dan sangat bertentangan dengan konstitusi di negara kita.

“Sosok Komjen Sigit yang tegas dan profesional sangat cocok dengan situasi saat ini dan tantangan bangsa ke depan. Apalagi Sigit pernah bertugas sebagai Kadiv Propam dan Kabareskrim berpengalaman dalam penegakan profesionalisme Polri dan penegakan hukum,” jelas Simon dalam keterangannya kepada Hops.ID, Rabu 13 Januari 2021.

Dekat ulama dan kiai

Serah terima Djoko Tjandra
Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo dalam serah terima Djoko Tjandra. Foto (ANTARA/Andi Firdaus)

Selain itu sosok, kata dia, Komjen Sigit dinilai dekat dengan kalangan masyarakat, ulama dan agamawan.

Buktinya saat menjabat sebagai Kapolres Pati, Komjen Sigit rajin bersilaturahmi dengan para kiai dan ulama besar di Pati dan Jawa Tengah.

Tokoh kharismatik waktu itu yang sering beliau kunjungi di antaranya KH.MA. Sahal Mahfudz, Habib Luthfi Bin Yahya dan KH. Musthofa Bisri.

“Ketika KH. Sahal Mahfudz yang menjabat Ketum MUI dan Rais Aam PBNU pulang ke Pati, sebagai pimpinan Polres Pati Sigit selalu menyempatkan bersilaturahmi dan meminta petuah dan nasehat dari beliau.,” katanya.

Begitu juga waktu menjabat Kapolda Banten, Komjen Sigit rajin bersilaturahmi dengan para Kiai pengasuh Pesantren dan Ulama di Banten. Khususnya Pengasuh Pondok Pesantren Tanara KH. Ma’ruf Amin yang waktu itu menjabat sebagai Ketum MUI dan Rais Aam PBNU dan juga silaturahmi ke KH. Abuya Muhtadi Dimyathi di Cidahu Banten.

Karena kedekatan dengan kalangan pesantren dan para ulama, Komjen Sigit juga menjadi Pengurus Pusat Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PP MDHW) sebagai pembina.

“Sosok Komjen Sigit ini sangat akrab di kalangan pesantren dan Ulama, perbedaan tidak menghalangi untuk selalu meminta nasehat dari para kiai di manapun beliau memimpin kepolisian,” kata Simon.

Selain itu. Simon sangat mengapresiasi Jokowi memilih Komjen Sigit Prabowo. Melihat loyalitas, dedikasi dan keberhasilannya dalam berbagai tugas Simon yakin Polri akan semakin Profesional, Modern dan Terpercaya ke depannya.

Simon juga percaya Komjen Sigit mampu menjaga sinergisitas TNI Polri yang sudah terbangun baik saat ini. Sebagai pondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 faktor keamanan dan stabilitas politik sangat menentukan. Sinergisitas TNI Polri diperlukan untuk mewujudkan itu.

“Saya yakin Komjen Sigit mampu menjaga dan meningkatkan sinergi TNI Polri, karena itu menjadi faktor utama untuk menuju Indonesia Maju di tengah tantangan bangsa ke depan baik dari dalam ataupun luar negeri,” ujar Simon.

Perjalanan karier calon Kapolri

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo
Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo (kiri). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/wsj.

Komjen Listyo Sigit merupakan mantan ajudan Presiden Jokowi yang sekarang menjadi Kabareskrim Polri. Sebelum menjabat Kabareskrim Komjen Sigit pernah menjadi Kapolres Pati, Kapolresta Surakarta, Kapolda Banten dan Kadiv Propam Polri.

Dalam perjalanan kariernya, Komjen Sigit Prabowo memiliki segudang prestasi. Di antaranya pengungkapan kasus Djoko Tjandra, dia berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia sebagai buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali.

Dan yang terbaru pengungkapan kasus narkoba dan sabu-sabu.

Komjen Sigit Prabowo dan jajarannya berhasil mengungkap narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton. Sepanjang tahun 2020, Komjen Sigit Prabowo berhasil mengamankan barang bukti 5,91 ton sabu, 50,59 ton ganja, 905.425 butir pil ekstasi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close