Trending

Canggihnya teknologi yang dipakai Polisi untuk bongkar kasus Tuti-Amel

Untuk mengungkap kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan Amel Mustika Ratu (23) di Subang, Jawa Barat, Polisi ternyata melibatkan teknologi canggih dan modern.

Hal ini tentu menyanggah komentar netizen yang belakangan meragukan upaya Polisi untuk melakukan pengungkapan dengan alat seadanya. Hal ini setidaknya ditegaskan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Dia bilang, sejumlah teknologi canggih dan modern tentu diterjunkan untuk mengungkap pelaku perampasan nyawa ibu dan anak itu.

“Mohon bersabar, kita menunggu hasil forensik dan beberapa hal yang sekiranya hasil tersebut secara digital, kita masih menunggu,” kata dia kepada wartawan, dikutip Hops.id, Rabu 1 September 2021.

Menurut dia, teknologi ini digunakan baik yang berkaitan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP), maupun jejak digital pelaku. Apalagi pelaku diduga kuat membawa 3 ponsel milik Amel. Erdi juga bilang, penyelidikan ini turut melibatkan banyak pihak, terutama yang berkaitan dengan teknologi digital.

Ilustrasi Polisi periksa rekaman CCTV. Foto: Ist.
Ilustrasi Polisi periksa rekaman CCTV. Foto: Ist.

Adapun hingga kini, semua barang bukti masih terus didalami dan diselidiki oleh aparat Polisi. “Menelusuri (jejak) digital ini perlu analisa melibatkan provider (telekomunikasi), Mabes Polri yang punya peralatan lengkapnya,” katanya.

Seperti apa teknologi Polisi ungkap kematian Tuti-Amel

Selain lacak jejak digital, Polisi juga intens mencari jejak pelaku di TKP dengan teknik dan teknologi ciamik.

Mulai dari cari sidik jari sampai tes DNA. Teknologi yang dipakai tentu tak sembarangan. Sebab mereka berpendekatan pada pembacaan kode genetika individual. Seperti di dalam darah, rambut, dan sel kulit.

Material yang ditemukan nantinya akan diarsip dengan bersih dan rapih. Barang bukti ini juga masih bisa berguna beberapa tahun ke depan, untuk melacak pelaku kejahatan.

Bahkan jika pelaku menggunakan sarung tanganpun, jejak kulit bisa jatuh dari wajah atau lengan. Pelaku bisa saja mencoba mencegah adanya jejak, tapi nyaris tidak ada yang berhasil melakukannya.

Ilustrasi rekaman CCTV pembunuh. Foto: Ist.
Ilustrasi rekaman CCTV pembunuh. Foto: Ist.

Semua data dari lokasi kejadian tersebut akan dianalisa oleh pakar yang menerima semua hasil kerja yang dilakukan tim di lapangan.

“Seluruh dari hasil pemeriksaan di olah TKP dan lain-lain. Terutama masalah digitalisasi seperti CCTV, kemudian kepemilikan handphone, termasuk sidik jari dan DNA keluarga dan bukti-bukti yang ada diidentifikasi di Mabes Polri dengan alat yang sudah modern,” kata dia.

Tak cuma itu, Polisi juga turut mengkolaborasikan penggunaan tim anjing pelacak K9. Dengan bantuan hewan, Polisi berharap akan semakin mudah menemukan barang bukti tambahan di TKP. Dan benar saja, pada Senin lalu, Polisi berhasil menemukan bukti baru berupa sepatu putih olahraga di kebun belakang TKP. Sepatu ini diduga kuat merupakan milik pelaku.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close