Trending

Capres Korsel tewas misterius, sehari setelah laporan pelecehan seksual

Wali kota Seoul yang disebut-sebut menjadi kandidat terkuat presiden Korea Selatan (Korsel), Park Won-soon ditemukan tewas misterius di pegunungan utara Seoul, beberapa jam setelah putrinya melaporkan dia hilang. Publik pun penasaran dengan sepak terjang Won-soon.

Dilansir dari AFP, Jumat 10 Juli 2020, semasa hidup, Won-soon dikenal sebagai politisi Partai Demokrat yang banyak membuat kebijakan pembangunan dan kemajuan kota selama hampir satu dekade. Selain itu, dia juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai egalitarianisme atau kesetaraan gender.

Baca juga: Dulu ngotot lepaskan diri dari RI, kini Timor Leste 10 negara termiskin di dunia

Gaya kepemimpinan Won-soon disebut-sebut cocok dengan budaya serta pandangan yang dianut masyarakat Korsel. Itulah mengapa, pada pemilihan presiden 2022 nanti, ia digadang-gadang menjadi figur potensial menggantikan Moon Jae-in di kursi tertinggi. Ia pun sempat mengamini hal tersebut dan mengutarakan kesiapannya.

Park Won-soon. Foto: All Kpop

Di sisa masa jabatannya sebagai Wali Kota, ada sederet program yang tengah ia siapkan. Misi utamanya masih berkaitan dengan dua hal, yakni pembangunan kota dan jaminan kesetaraan masyarakat. Kemudian belum lama ini, ia juga berjanji bakal berperan aktif mewujudkan perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara.

Namun sayang, belum juga masyarakat Korsel merasakan sentuhan Won-soon sebagai presiden, pria yang menjuluki dirinya sebagai ‘Desainer Sosial’ itu sudah kadung berpulang dan meninggalkan luka yang sangat dalam.

Misteri kematian

Dilansir dari New York Times, setelah menghilang beberapa jam, seorang perwira polisi Seoul mengonfirmasi pada Jumat pagi, 10 Juli 2020, bahwa tubuh Won-soon ditemukan tanpa nyawa. Meski proses investigasi masih berlanjut, namun muncul spekulasi kuat ia tewas karena bunuh diri.

Penemuan jenazah Park terjadi setelah hampir 600 petugas polisi dan petugas medis darurat menggeledah bukit-bukit di utara Seoul, tempat sinyal ponselnya terakhir kali terdeteksi. Menurut detektif senior di Kantor Polisi Metropolitan Seoul, Choi Ik-su, proses pencarian dibantu anjing pelacak.

“Jasad Park ditemukan di bukit berhutan di belakang taman dengan bantuan seekor anjing polisi,” kata Choi.

Park Won-soon. Foto: The Straits Times

Menariknya, menurut dia, polisi tidak menemukan jejak bunuh diri di lokasi kejadian. Namun, jasad Won-soon juga tak menunjukkan tanda-tanda dibunuh orang lain. Hingga siang ini, jenazahnya masih diautopsi di RS Universitas Nasional Seoul. Terpantau banyak pendukung yang berkurumun di area rumah sakit.

Sederet skandal

Meski kinerjanya mendapat apresiasi, namun Won-soon bukannya tanpa cela. Masih menurut laporan AFP,  pekan lalu, ia memutuskan hadir pada pemakaman ibu mantan gubernur provinsi Chungcheong, Ahn Hee-jung.  Ia menuai kontroversi lantaran Hee-jung merupakan kriminal yang dihukum karena pelanggaran seksual pada tahun lalu.

Menurut masyarakat, Park selama ini selalu dicitrakan sebagai pemimpin yang pro terhadap perempuan dan keseteraan gender. Sehingga, dengan bersimpati dan berpihak pada mereka yang melakukan pelanggaran, ia dianggap telah menentang apa yang telah diperjuangkan.

Parahnya lagi, Won-soon belakangan juga dituding terlibat skandal pelecehan seksual setelah mantan sekretarisnya melapor ke polisi sehari sebelum kematiannya. (re2)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close