Fit

Self care penting, cara atasi perasaan negatif dan ‘kosong’ selama pandemi

Ditulis oleh: Risky Adinda, M.Psi, Psikolog (Psikolog SADARI)

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh penjuru dunia berdampak besar pada kesehatan mental. Perubahan drastis dan penyesuaian yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari demi mencapai new normal tak jarang memicu perasaan negatif pada diri. Pembatasan sosial ataupun isolasi mandiri juga mengurangi dukungan sosial yang dibutuhkan manusia. Terlebih, rasa duka dan kehilangan selama pandemi pun turut menjadi faktor munculnya perasaan negatif tersebut.

Munculnya perasaan negatif selama pandemi seringkali terasa sulit dijelaskan. Kita merasa berbeda dari diri kita biasanya. Meski tidak sedang merasa sedih atau stres, namun kita tidak pula merasa senang. Kita merasa masih memiliki energi untuk beraktivitas, keinginan untuk berinteraksi dengan orang terdekat, atau mungkin masih dapat melakukan hal yang kita sukai.

Walaupun demikian, seringkali kita juga merasa motivasi menurun, sulit berkonsentrasi, merasa lelah atau down, serta merasa hidup kita tidak berkembang.

Ilustrasi isolasi mandiri. Foto: Pexels
Ilustrasi isolasi mandiri. Foto: Pexels

Dalam ilmu psikologi, kondisi ini dinamakan sebagai languishing – perasaan kosong, stagnan, atau tidak sedang baik-baik saja. Meski tidak merasa sedih atau marah secara ekstrem, namun tidak juga merasa bahagia.

Walaupun kondisi ini belum dapat dikatakan sebagai gangguan mental, perasaan yang kamu miliki tetaplah valid dan nyata. Oleh karena itu, kita tetap perlu meningkatkan kesehatan mental dan mengatasi kondisi languishing yang dialami, dengan mempraktekkan sejumlah aktivitas self-care seperti berikut:

Menulis jurnal

Menulis jurnal membantu kita mengekspresikan pikiran dan perasaan, sehingga dapat lebih memahami diri sendiri. Coba juga untuk menuliskan hal-hal yang dapat kita syukuri setiap harinya.

Menulis jurnal untuk mengisi waktu selama pandemi. Foto: Pexels
Menulis jurnal untuk mengisi waktu selama pandemi. Foto: Pexels

Jelajahi hobi dan kreatifitas

Menjalani hobi dan kreatifitas dapat membantu kita untuk mengingat kembali betapa kita menikmati hobi yang kita miliki, serta mendorong otak untuk lebih fokus.

Menjaga hubungan sosial

Menjaga komunikasi dengan keluarga dan orang-orang terdekat dapat membuat kita merasa terhubung dengan orang lain dan mendapatkan dukungan.

Menghabiskan waktu dengan melakukan hobi selama pandemi. Foto; Pexels
Menghabiskan waktu dengan melakukan hobi selama pandemi. Foto; Pexels

Mengubah lingkungan fisik

Terkadang kondisi kamar atau rumah juga dapat berkontribusi pada perasaan negatif yang kita miliki. Cobalah untuk membuat perubahan (tidak harus besar) pada lingkungan fisikmu, seperti mendekorasi ulang kamar, meletakkan tanaman atau bunga di meja kerja, atau memajang foto orang tersayang.

Mempelajari keterampilan baru

Mempelajari hal baru dapat mempertajam otak dan meningkatkan fokus kita. Mempelajari hal baru yang sederhana juga dapat meningkatkan motivasi dan menetapkan tujuan-tujuan kecil untuk dicapai.

Cari bantuan profesional

Jika merasa telah mencoba sejumlah aktivitas self-care di atas namun kondisi tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan ke tenaga kesehatan mental profesional.

Untuk tips inspiratif seputar self care dan relationship, yuk cek Instagram Sadari @sadari_diri.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close