Unik

Cara dan doa mandi wajib setelah haid, panduan muslimah untuk bersuci

Secara rutin muslimah kedatangan tamu bulanan yang tergolong hadas besar. Selama itu pula, muslimah dilarang beribadah mulai dari sholat, membaca Al-Qur’an sampai puasa. Maka dari itu setelah selesai haid diharuskan untuk mandi wajib. Tujuannya untuk mensucikan diri dari hadas besar. Ada sejumlah rukun mandi wajib yang dimulai dengan doa.

Di jurnal Analisa terbitan Kemenag, dalam kajian “Konsep Al Ghuslu dalam Kitab Fikih Manhaji” terdapat dua rukun wajib saat mandi wajib. Membaca niat saat basuhan pertama serta mengguyur air ke semua bagian tubuh. Pastikan di bagian tubuh yang berbulu, air mengalir hingga ke kulit.

Agar mandi wajib dinyatakan sah dan muslimah bisa kembali beribadah, pahami dulu atau niat dan tata caranya sebagai berikut.

Doa atau niat mandi wajib

Sebelum mandi wajib, jangan lupa lafalkan niat atau doa. Syekh Salim bin Sumair Al Hadlrami dalam kitab Safinatun Najah menyebut lafal mandi wajib.

 نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Latin: “Nawaitul gusla lirof’il hadatsil akbari minal haidi fardlon lillahi ta’ala.”

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardu karena Allah ta’ala.”

Shower alat mandi
Shower alat mandi

Tata cara mandi wajib

Setelah mengucap niat atau doa mandi wajib, maka ambil langkah sebagai berikut:

  1. Membersihkan kedua tangan 3 kali
  2. Membersihkan bagian tubuh yang kotor dengan tangan kiri
  3. Mengulang mencuci tangan
  4. Berwudhu beserta niat wudhu
  5. Membasuh kepala 3 kali sampai ke pangkal rambut
  6. Menguraikan rambut dengan jari
  7. Mengguyur seluruh tubuh. Setelah itu, kamu bisa menggunakan sabun dan sampo.

Perhatikan beberapa hal ini

Agar mandi wajib sah, wajib menggunakan air yang suci dan membersihkan tanpa kotoran yang bisa mengubah aroma dan sifat. Mandi wajib tidak boleh menggunakan tutup kepala karena seluruh tubuh harus terkena basuhan air tanpa kecuali. Mandi wajib hukumnya sebagai pengganti wudhu.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close