Fit

CDC punya bukti virus corona bisa menyebar lewat udara sampai 1,8 meter

Ada info terbaru soal virus corona. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) akhirnya memperbarui pedoman tentang virus corona yang bisa menyebar lewat udara.

Salah satu informasi penting yang diungkap CDC adalah mereka mengakui bahwa patogen mematikan itu bisa menyebar di udara dan dapat menempuh jarak lebih dari 6 kaki atau sekitar 1,8 meter.

Baca juga: Pakar UI: Saya perkirakan 5 tahun lagi corona belum hilang dari RI

“Ada kemungkinan Covid-19 dapat menyebar melalui tetesan dan partikel di udara yang terbentuk ketika seseorang yang menderita Covid-19 batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, atau bernapas,” tulis CDC di situs resminya, dilansir dari New York Post, Selasa 22 September 2020.

Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara
Alat pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19. Foto: Antara

Selain itu CDC juga mengungkap pihaknya memiliki bukti bagaimana tetesan partikel udara bisa menempuh jarak 6 kaki atau 1,8 meter.

“Ada bukti yang berkembang bahwa tetesan dan partikel di udara dapat tetap tertahan di udara dan dihirup oleh orang lain, dan menempuh jarak lebih dari 6 kaki (misalnya, selama latihan paduan suara, di restoran, atau di gym),” lanjutnya.

Otoritas kesehatan di Negeri Paman Sam itu juga memperingatkan bahwa penyebaran virus lewat perantara udara, Covid-19, termasuk yang paling cepat menular dan mudah menyebar.

Pada kesempatan yang sama, CDC juga menambahkan langkah-langkah baru untuk melindungi diri sendiri dan orang lain dari virus corona.

“Menjauhi orang lain, setidaknya dari jarak 6 kaki, jika memungkinkan, terus memakai masker, serta menggunakan desinfektan. Gunakan juga pembersih udara untuk membantu mengurangi kuman yang terbawa udara di ruang dalam ruangan,” pungkasnya.

Baca juga: Orang berkacamata tak mudah tertular corona, terbukti! Ini alasannya

Sebelumnya ungkapan virus menyebar lewat udara masih simpang siur

Sebelumnya soal virus yang menyebar lewat udara masih terdengar simpang siur. Pada awal Maret 2020, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan Ahli Virus Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif dilansir dari Youtube Najwa Shihab mengatakan bahwa virus tidak bisa menyebar lewta udara

“Batuk tertiup angin, bisakah tertular dokter?,” tanya Najwa Shihab.

“Tidak, engga ada satu virus berselancar di udara terus masuk ke hidung kita itu omong kosong,” kata Syahrizal kala itu.

Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (tengah) saat evakuasi 188 awak kapal World Dream di Jakarta. Foto Instagram @kemenkes_ri

Penularan virus corona sendiri bisa terjadi jika adanya kontak langsung dengan penderita sehingga menyebabkan virus berpindah.

“Direct bisa artinya bersentuh, berciuman atau kontak langsung,” kata Syahrizal.

Selain secara langsung, virus corona juga bisa menular secara tidak langsung dengan cara, saat penderita yang terinfeksi mengeluarkan cairan lewat batuk atau napas dan jatuh pada permukaan benda di dekatnya, maka orang bisa terpapar virus covid-19 saat menyentuh benda yang terkontaminasi tersebut.

“Jika orang yang sakit (terinfeksi) bersin lalu dia menghapus bersinnya dan dia megang eskalator, dia megang kunci, nah ini bisa tertular seperti ini,” jelas Syahrizal.

Untuk itu, sangat dianjurkan bagi semua orang untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan membersihkannya dengan cairan antiseptik.

“Hindari pula menyentuh bagian mulut, hidung atau mata dengan tangan yang belum dibersihkan,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close