Trending

Ceramah Habib Rizieq dinilai kasar, FPI: Biar jemaahnya mudah paham

Saat berceramah di hadapan jemaah, pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab kerap menggunakan kata-kata kasar dan intonasi yang tinggi. Kendati menuai sejumlah cibiran, namun gaya ceramah tersebut diklaim berguna bagi para pendengarnya. Lho, kok bisa?

Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman mengatakan, ceramah Habib Rizieq selalu dihadiri banyak sekali jemaah. Sehingga, butuh intonasi tinggi dan pemilihan diksi yang cenderung pedas untuk membuat mereka lebih memahami konten yang disampaikan Imam Besar tersebut.

Baca juga: Sudjiwo Tedjo urai alasan logis Habib Rizieq diagungkan umat, soalnya…

“Ketika di panggung, audiens yang hadir di depan Habib Rizieq itu spektrumnya luas, jadi saya melihatnya itu bahwa gaya ceramah dan kritik seperti itu supaya gampang dipahami oleh audiens (jemaah),” ujar Munarman, dinukil dari Pikiran-Rakyat, Selasa 24 November 2020.

Habib Rizieq Shihab, salah satu pemuka agama yang pernah dipenjara
Habib Rizieq Shihab, salah satu pemuka agama yang pernah dipenjara Foto: Suara

Terkait dengan kekhawatiran pandangan publik terhadap Habib Rizieq dengan gaya bahasanya itu, Munarman mengungkap, sosok yang acap mengenakan sorban putih tersebut tak pernah memikirkan citra pribadinya.

“Habib Rizieq tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, beliau ini bukan orang yang sedang membangun citra diri, itu persoalannya, Habib Rizieq itu mau apa adanya supaya audiens ngerti,” terangnya.

Munarman memastikan, sebelum mulai berceramah, Habib Rizieq pasti mempelajari audiens atau pendengarnya terlebih dahulu. Itulah mengapa, dia terkadang menyampaikan materi dengan kata-kata kasar, namun tak jarang juga dia menjadi lebih tenang dan lembut. Segalanya, kata Munarman, adalah tentang penyesuaian.

“Anda bisa bandingkan ya, ketika Habib Rizieq ceramah di Makkah, ada videonya banyak, bandingkan dengan ceramah Habib Rizieq di Indonesia, itu berbeda,” tuturnya.

“Habib Rizieq ketika mengisi forum simposium “mewaspadai kebangkitan PKI bersama para jenderal di gedung balai kartini”, berbeda bahasanya, dia bisa kapan forum ilmiah, kapan forum audiens pengajian tertutup majelis ilmu, dan kapan yang dengan audiens yang bahasanya memang harus begitu,” sambung Munarman.

Belum banyak masyarakat yang terbiasa dengan ceramah Habib Rizieq

Meski begitu, Munarman mengakui, bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan gaya ceramah Habib Rizieq, tentu akan terkaget-kaget saat mendengarnya. Akan tetapi, seandainya orang tahu dan mengikuti Habib Rizieq di setiap panggungnya, semua itu merupakan hal biasa.

Habib Rizieq Syihab menyapa di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta
Habib Rizieq Syihab menyapa massa pendukung di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Foto Front TV via Instagram @habibrizieq_id

Lebih lanjut, Munarman membantah kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat yang menilai ucapan-ucapan Habib Rizieq dapat meracuni pengikutnya dan bisa saja malah melakukan hal-hal seperti yang Habib Rizieq katakan di setiap ceramahnya.

“Saya kira masyarakat Indonesia tidak begitu saja terpengaruh, karena kan ceramah Habib Rizieq ini sejak 98 memang begitu sebetulnya, Habib Rizieq ini kan sebetulnya mengawali karir ceramah itu dari kampung ke kampung dan tidak pernah kejadian itu kemudian membuat masyarakat itu jadi terprovokasi,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close