Trending

Cerita Habib Rizieq diperiksa intel Arab kasus Jakarta-Bandung: Kaget!

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab telah kembali ke Tanah Air. Sesampainya di Petamburan, Jakarta, dia pun berbagi kisah selama hidup di Arab. Salah satunya saat Habib Rizieq diperiksa intel Arab soal kasus di Jakarta dan Bandung.

Dalam ceritanya, di depan jemaah, Habib Rizieq mengaku jika di awal-awal dirinya memang over stay. Di mana sebulan sebelum visanya habis, dia kemudian mendapat pencekalan tidak boleh pulang.

Baca juga: Anies Baswedan buru-buru temui Habib Rizieq, Tengku Zul bocorkan hasilnya

“Tapi bukan karena melanggar aturan, bukan karena ketentutan keimigrasian. Bukan pidana, bohong itu, hoax, bahkan fitnah. Saya dicekal karena alasan keamanan. Di dokumen saya tidak ada kalimat pelanggaran. Namun disebutkan untuk alasan keamanan,” kata dia disitat saluran Front TV, Rabu 11 November 2020.

Lantas seperti apa kelanjutannya? Habib Rizieq kemudian menyinggung kasus-kasusnya di Jakarta dan Bandung, sebelum akhirnya dia terbang ke Arab Saudi.

Kasus Rizieq di Jakarta-Bandung

Lantaran dicekal, Rizieq kemudian tak berpangku tangan. Dia lalu melobi-lobi Pemerintah Arab untuk mengetahui apa alasan sebenarnya dia tak bisa keluar dari sana. Pembicaraan cukup panjang kemudian terjadi.

Dalam hal ini, Rizieq lalu mengaku diperiksa oleh Badan Intelijen Arab, dan Dewan Keamanan Arab. Pada pemeriksaan dengan Intel Arab itu, Rizieq dicecar kalau mereka menerima laporan jika dirinya adalah buron yang melarikan diri dari persoalan hukum.

Habib Rizieq otw ke bandara
Habib Rizieq otw ke bandara untuk mudik ke Indonesia. Foto Instagram @fans_rockygerung.official

“Saya dalam laporan itu disebut sebagai orang politik yang selalu bikin keributan di mana-mana, ini tentu ditakutkan bahaya buat Arab Saudi,” kata dia lagi.

Habib Rizieq tentu berpendapat jika laporan yang masuk ke Arab tentu bukan dilakukan oleh orang biasa. Sebab jika dilakukan oleh orang biasa, pasti bakal dihiraukan. Namun dia berpendapat jika ini sudah dilakukan oleh tingkat tinggi seperti negara.

“Lalu mereka tanya soal kasus saya satu di Jakarta dan satu di Bandung,” kata Habib Rizieq.

Ketika itu, Rizieq tegas langsung bilang tidak punya. Dengan tegas pihak Intel Arab langsung meminta bukti-buktinya, sampai lalu membuat Rizieq membeberkan bukti SP3 pada kasus-kasusnya.

“Mereka tentu tidak mengerti apa itu SP3, lalu saya buat terjemahan resmi ke dalam bahasa Arab. Pas saya tunjukkan mereka kaget. lho ini kan hukum sudah selesai, kenapa Anda dinilai masih salah,” kata Rizieq menjelaskan keheranan Intel Arab.

Rizieq rupanya punya perjanjian dengan BIN

Pada kesempatan itu, Intel Arab pun akhirnya mengaku kalau mereka rupanya dapat laporan bohong tentang Habib Rizieq.

Belum puas sampai di situ, Intel Arab dan Badan Keamanan di sana lalu mencecar Rizieq kalau dia disebut-sebut dikejar-kejar oleh Intel Indonesia.

Ustaz Maaher At Thuawailibi bareng Habib Rizieq. Foto: Twitter
Ustaz Maaher At Thuawailibi bareng Habib Rizieq. Foto: Twitter

“Akhirnya saya kasih bukti, kalau saya punya dokumen perjanjian dengan BIN, saya terjemahkan ke dalam bahasa Arab. Ini dokumen resmi, dokumen yang belum saya buka ke masyarakat. Buat apa dibuka, baru akan saya buka kecuali darurat,” kata dia.

Mereka disebut Rizieq kembali terheran-heran. Sebab itu merupakan sebuah perjanjian bagus dengan negara. Tetapi mereka heran mengapa beliau tetap dibilang dengan tuduhan macam-macam.

“Akhirnya mereka bilang mereka salah, karena sudah melewati batas wewenang yang mereka, termasuk karena informasi yang mereka terima.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close