Hot

Cerita Harry kabur ke Afrika di usia 12 tahun karena kematian Putri Diana

Pengeran Harry menceritakan betapa berartinya Afrika baginya. Mantan adipati Sussex ini pernah mengungkap betapa dia sangat mencintai Afrika. Baginya, Afrika menyimpan kenangan tersendiri masa-masa penting hidupnya.

Pada September 2019, Pangeran Harry melakukan serangkaian kunjungan kerja di Botswana Afrika, kala itu ia menyebut Afrika sebagai rumah keduanya.

Baca juga: Keluarga kerajaan rayakan ulang tahun Pangeran Harry, Meghan Markle lakukan ini

Kala kunjungan kerja itu berlangusng, Pangeran Harry meninggalkan istrinya Meghan Markle, dan putranya yang kala itu masih berusia empat bulan Archie di Cape Town Inggris sebelum keduanya hengkang dari keluarga Kerajaan.

Harry menghabiskan beberapa hari berikutnya untuk bepergian ke Botswana, Angola dan Malawi.

Meghan Harry
Meghan Harry Photo: Instagram

“Lima belas tahun lalu saya datang ke sini, ini adalah rasa pelarian, rasa tujuan yang nyata. Saya memiliki beberapa teman terdekat saya di sini selama bertahun-tahun,” ujar Harry berpidato untuk membantu anak-anak sekolah setempat menanam pohon untuk cagar alam komunitas di tepi Sungai Chobe.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa sekitar tahun 1997-1998 sesaat setelah ibunya meninggal, Harry merasa bahwa Afrika menjadi tempat menyenangkan untuk melepaskan diri dari semuanya.

“Saya merasa sangat terhubung dengan tempat ini dan ke Afrika.”

Kala itu, Harry baru berusia 12 tahun dan kakanya William baru berusia 15 tahun ketika ibu mereka tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada 31 Agustus 1997.

Dilansir laman Hello Magazine,Pangeran Charles memutuskan membawa kedua anaknya ‘kabur’ ke Afrika untuk menyendiri. Charles memberikan kedua putranya ruang kepada putranya yang masih kecil untuk menghadapi kematian ibunya.

“Saya hanya anak-anak yang syok karena mendadak kehilangan ibunya. Kami punya banyak waktu untuk menenangkan diri jauh dari hiruk pikuk,” ujar Harry.

Afrika tak hanya sebagai memori masa kecil, namun sangat berarti baginya. Sampai-sampai ia ingin mengukir kenangan indah di Botswana dan membawa kekasihnya kala itu Meghan ke negara Afrika Selatan untuk pertama kalinya pada 2016, hanya beberapa bulan dalam hubungan mereka.

Selama wawancara pertunangan mereka pada November 2017, Harry mengungkapkan bahwa dirinya berhasil membujuk Meghan untuk datang ke Afrika bersamanya.

“Saya berhasil membujuknya [Meghan] untuk datang dan bergabung dengan saya di Botswana. Dan kami berkemah satu sama lain di bawah bintang … dia datang dan bergabung dengan saya selama lima hari di luar sana, yang benar-benar fantastis,” kenang Harry.

Tak hanya itu, cincin pertunangan Meghan yang tidak pernah dikenakannya dalam tur kerajaan ternyata berisi berlian dari koleksi pribadi Putri Diana dengan hiasan batu mulia dari Botswana.

Berharganya Afrika untuk Harry sampai-sampai ia mengikuti jejak Diana menyusuri Afrika dan membantu anak-anak pasien HIV di Botswana.

Putri Diana
Putri DIana Photo: Istimewa

Duke dan Prince Seeiso mendirikan organisasi tersebut pada tahun 2006 untuk memberikan perawatan, dukungan, dan pendidikan kepada anak-anak dan remaja yang tinggal di Lesotho dan Botswana, yang hidupnya dipengaruhi oleh HIV.

Baca juga: Gaya Romantis Pangeran Harry jadi juru masak di ultah Meghan Markle

Pada tahun 1987, Diana menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang melakukan kontak dengan korban AIDS. Dia terkenal duduk dan berjabat tangan dengan seorang penderita HIV saat membuka bangsal AIDS baru di Middlesex Hospital tanpa mengenakan sarung tangan.

Sikap Diana kala itu seakan menjadi pesan terdalam bagi semua orang terutama Harry. Karenanya dalam beberapa kesempatan dirinya berkunjung ke Afrika, ia selalu menyempatkan melakukan hal-hal sosial untuk mengenang ibunya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close