Unik

Cerita pilu tukang potong ayam dan tangan palsu buatannya

Rusdi menggunakan tangan palsu sejak 39 tahun silam.

Kita sering mendengar begitu banyak cerita unik tentang orang-orang yang telah melewati disabilitas mereka dan berhasil mencapai tujuan dan impian mereka.

Ini adalah kisah inspiratif lainnya tentang seorang pria asal Malaysia yang kehilangan tangan kirinya tetapi masih berhasil melakukan hal-hal menakjubkan.

Baca juga:
Sayangi ibumu! Kisah miris nenek sebatang kara, hidup sendiri dari hasil ginian

Mengenakan kemeja lengan panjang saat bekerja di pabrik pengolahan ayam di Kota Bharu, tak seorang pun akan menyadari Rusdi Yusoff, 56, memiliki disabilitas fisik berdasarkan tangan palsu yang ia pakai.

Menurut Harian Metro, Rusdi menutupi tangan kirinya hingga setinggi siku dan tidak menjadikan kecacatannya menjadi penghalang untuk bekerja mencari nafkah.

Rusdi pria asal Malaysia
Rusdi pria asal Malaysia foto: World of buzz

Rusdi telah bekerja di tempat pemotongan ayam selama 20 tahun terakhir. Dia mengatakan dia tidak melakukan tugas yang diberikan kepadanya dengan canggung meskipun dia harus banyak bergantung pada tangan kanannya.

“Pada tahap awal pekerjaan dulu cukup menantang karena saya harus mengandalkan satu tangan, tapi ketika harus pakai tangan palsu, setidaknya itu membantu saya menyelesaikan pekerjaan,” katanya dilansir laman odditycentral.

Rusdi yang juga ayah dari lima anak ini menjelaskan bahwa dirinya kehilangan tangannya saat mencoba bom ikan (ilegal fishing) saat berusia 17 tahun. Dia juga menambahkan bahwa tangan palsu yang dia gunakan merupakan sumbangan yang diberikan oleh seorang donor lima tahun lalu dengan harga hampir RM10.000, atau setara Rp34 juta.

Namun seiring berjalan waktu karena terlalu sering digunakan, tangan palsu Rusdi mulai rusak. karena itu terpakasa ia memperbaiki, dan memodifikasinya. Beberapa bagian hanya ia ikat dengan tali. Ia mengatakan bahwa dirinya masih bersyukur memiliki alat bantu.

“Meski kondisi tangan palsu ini sudah agak tua, namun saya sudah banyak memperbaikinya sendiri, termasuk diikat dengan tali,” imbuhnya.

Meski kehilangan tangan, Rusdi mengaku tidak pernah putus asa atau putus asa. Dia telah melakukan banyak pekerjaan lain juga untuk terus mencari nafkah.

Tangan Palsu
Tangan Palsu foto: World of buzz

“Saya dulu bekerja di restoran di Kuala Lumpur sebelum kembali ke kampung halaman saya di Kampung Machang Limbat, di sini, dan saya juga pernah bekerja dengan premis fast food, selain beternak burung puyuh, ayam dan ikan,” ujarnya kepada Harian Metro.

“Namun, pekerjaan itu agak sulit untuk saya urus sendiri sehingga saya memutuskan untuk bekerja dengan orang lain sebelum melamar pekerjaan di sini (tempat pengolahan ayam), sudah 20 tahun lamanya,” tambahnya. Rusdi mengatakan bahwa dia dibayar sekitar RM40 (Rp138 ribu) hingga RM50 (Rp137 ribu) sehari.

Rosdi juga menyebutkan bahwa atasannya memahami dan jenis pekerjaan ini cocok untuknya sehingga dia bisa bertahan dan bertahan dengan pekerjaan ini.

Dia kemudian berbagi tentang keluarganya. Ia mengaku sering harus mengambil daun karena kesehatannya yang buruk dan juga harus mendampingi istrinya, Rosmati Jusoh, 46, yang terlantar karena penyakit ginjal serta gangguan penglihatan, skizofrenia dan kejang.

Baca juga: Kisah perawat cantik rela jadi wanita terjelek di dunia demi hidupi anak

“Tiga anak saya sudah bekerja tapi hanya satu yang bekerja di desa. Yang lainnya mencari nafkah di Kuala Lumpur sementara bungsu saya masih belajar di Form Enam,” ujarnya.

“Sebelum bekerja, saya harus menjaga istri saya terlebih dahulu dengan menyiapkan makanan dan minuman serta membersihkannya. Tugasku ini kemudian akan diambil alih oleh anak bungsu setelah pulang sekolah,” tambahnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close