Trending

Cerita Yusril Ihza ditilang, ngeyel sampai MA, menang 9 tahun kemudian

Urusan tilang kendaraan bermotor itu kadang ada kisahnya. Nah pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra punya kisah unik saat ditilang polisi lalu lintas. Yusril nggak mau sidang ditempat gitu saja seperti saat ini. Yusril ngaku dia membawa kasus tilang sampai ke Mahkamah Agung (MA).

Jadi Yusril nggak terima dinyatakan bersalah dan ditilang oleh polisi. Kemudian dia banding kasus tilangnya ke MA. Nggak mudah, ternyata perkaranya baru diputus 9 tahun setelahnya. Dan oleh hakim MA, Yusril dinyatakan tak bersalah gitu. Unik kan kisahnya?

Muslima Fest

Yusril ditilang kasusnya sampai Kasasi MA

Yusril Ihza Mahendra komentari langkah Duterte Lockdown. Foto: Instagram Yusril.
Yusril Ihza Mahendra komentari langkah Duterte Lockdown. Foto: Instagram Yusril.

Kisah unik yang dialami Yusril ini kejadiannya bukan baru-baru ini ya, tapi pada era 90-an.

Berdekade lalu, Yusril mengisahkan, dia menyetor mobil dan dihentikan polisi di Jalan Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur. Yusril yang kala itu sudah dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia itu menghentikan laju mobil yang ia kendarai. Seperti biasa polisi menanyakan kelengkapan surat berkendara. Yusril pun menunjukkan SIM, STNK.

Namun dia heran, dan bertanya ke polisi yang dimaksud, apa sih kesalahannya.

Polisi menjelaskan Yusril melanggar garis lalu lintas di jalan. Yusril membantah tuduhan polisi itu. Menurut Yusril, dia tidak melanggar karena garis lalu lintasnya putus-putus, ujarnya dikutip dari YouTube Yusril DotTV berjudul “Yusril Ihza Mahendra – Pengalaman Unik Ditilang”.

Lantaran Yusril ngeyel tak melanggar Marka jalan, si polisi akhirnya mengeluarkan surat tilang ke Yusril, untuk menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Yusril pun menghadiri sidang yang dijadwalkan, sampai tengah hari, pukul 13.00 WIB, sidang belum rampung. Yusril tetap saja sabar menunggu gilirannya.

Nah pada momen pelanggar lalu lintas meinggu giliran, calo berkeliaran menawarkan jasa mereka untuk bisa cepat urus tilang. Yusril pun masuk jadi calon korban calo.

Calo menduga Yusril adalah sopir taksi yang ditilang. Maklum kala itu, Yusril belum setengah sekarang ini. Jadi kala itu belum banyak orang tahu siapa sosok Yusril itu.

Nah ditawari calo dengan imbalan Rp50.000, Yusril benar-benar menolaknya.

“Saya mau mengikuti sidang tilangnya seperti apa,” kata Yusril soal alasan menolak jasa calo dikutip dari Suara.

Sidang akhirnya dimulai. Hakim menanyakan apakah Yusril mengakui kesalahannya. Pada sidang itu, Yusril tetap tidak merasa bersalah.

Jika Yusril tidak mengakui kesalahannya, hakim mengatakan, sidang akan berlangsung bertele-tele. “Ya gapapa saya bilang,” kenang Yusril.

Sidang akhirnya ditunda pekan depan untuk memanggil polisi yang menilang Yusril. Pada waktu itu, polisi yang dihadirkan dua orang. Padahal kata Yusril yang menilangnya hanya satu orang.

Yusril pun keberatan dengan hadirnya dua polisi itu. Namun sidang tetap dilanjutkan dan kedua polisi itu menyatakan Yusril melanggar marka jalan.

Hakim akhirnya memutuskan Yusril Ihza Mahendra bersalah dengan membayar denda Rp30 ribu. Tidak terima, Yusril mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Hakimnya kaget. karena waktu belum banyak yang mengenal saya,” kata Yusril.

Menurut Yusril, sidang tindak pidana ringan tidak ada proses banding melainkan langsung ke kasasi di tingkat MA. Kasus itu pun sampai ke tingkat kasasi di MA.

Yusril mengatakan, kenapa dia ngotot sampai membawa ini ke MA adalah dia nggak mau kompromi soal hukum.

“Bagi saya prinsip harus ditegakkan. Hukum tidak bisa dipermainkan dan saya tidak mau kompromi. Kalo saya merasa benar sampai kiamat pun saya akan bertahan apapu resikonya,” ujar Yusril.

Mengendap 9 tahun

operasi tilang polisi
Ilustrasi operasi tilang polisi. Foto Instagram afrphoto8

Nah Sobat Hopers, urusan kasus tilang sampai ke MA ini nggak mulus-mulus amat lho. Lha gimana enggak, perkaranya mengendap di MA sampai nyaris 10 tahun lho. Jadi nggak disidang-sidang bertahun-tahun.

Yusril mengatakan, kasus itu mengendap lama di MA hampir 8-9 tahun. Akhirnya setelah 8-9 tahun, menjelang Yusril menjadi Menteri Kehakiman, MA memutus perkara tersebut.

Hakim MA menyatakan Yusril tidak bersalah. Tidak lama setelah putusan MA keluar, Yusril Ihza Mahendra diangkat sebagai Menteri Kehakiman.

Saat itu Menteri Kehakiman membawahi institusi pengadilan. Baru di tahun 2004, kata Yusril, ada pemisahan antara eksekutif dengan yudikatif.

Wah gimana Sobat Hopers, menurutmu sikap Yusril nggak mau kompromi dengan hukum ini bagaimana?

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close