News

Balas dendam, China: kini saatnya nikmati indahnya kerusuhan di AS

Kerusuhan yang pecah di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, mendapat perhatian banyak negara dunia. Bahkan China melalui media lokalnya, membalas dendam setahun lalu terkait kerusuhan yang terjadi di Hongkong.

Dendam ini bermula ketika Ketua DPR AS, Nancy Pelosi mengungkap bahwa protes kekerasan di Hong Kong menjadi pemandangan indah untuk dilihat. Pernyataan tersebut ternyata dijadikan dendam oleh China.

Tak ayal saat pecahnya kerusuhan akibat kematian George Floyd yang dikaitkan dengan rasisme, menjadi momentum bagi China yang melakukan ejekan balik.  Politisi AS sekarang dapat menikmati pemandangan ini dari jendela mereka sendiri,” Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid nasionalis Global Times, seperti dikutip AFP.

Aksi demonstran protes kematian George Floyd. Foto: CNN.
Aksi demonstran protes kematian George Floyd. Foto: CNN.

“Seolah-olah para perusuh radikal di Hong Kong entah bagaimana menyelinap ke AS dan menciptakan kekacauan seperti yang mereka lakukan tahun lalu”, tambahnya.

Kerusuhan di Hong Kong yang terjadi tahun lalu dipantik oleh pasukan asing yang hadir di negara tersebut, dan menjadi penyebab kerusuhan. China bersikeras bahwa “pasukan asing” yang harus disalahkan atas kekacauan di Hong Kong.

Baca Juga: Kisah hidup George Floyd, orang yang kematiannya bikin AS kerusuhan besar

Bahkan Beijing telah mendeteksi lokasi yang dijadikan markas para perusuh yang mengatasnamakan pro-demokrasi telah ada sejak Juni tahun lalu. Jumlahnya pun terus banyak dan dikenal sebagai gerakan yang selalu menimbulkan bentrokan dengan polisi.

Kondisi tersebut dinilai China sebagai kerusuhan yang terjadi dari eksternal dan sengaja diciptakan. Karenanya pemerintah Beijing akan membuat undang-undang tentang Hong Kong yang diklaim bisa menjaga dan melindungi keamanan nasional negara tersebut.

George Floyd dan polisi yang menginjaknya. Foto: BBC.
George Floyd dan polisi yang menginjaknya. Foto: BBC.

Kerusuhan di AS terus meluas

Kondisi kerusahan di Hong Kong yang terjadi telah menjadi tontonan dan ejekan para politisi AS. Kini kondisi negara bagian tersebut tengah mengalami masalah besar dimana bentrokan terjadi  di bayak negara bagian.

Ketegangan yang terus membesar, membuat para pejabat di AS saat ini ikut turun tangan dalam menenangkan kondisi kerusuhan yang terjadi saat ini. Kondisi ini dinilai wajar mengingat kedua negara sempat bersitegang terkait masalah pandemi corona.

Unjuk rasa ini terpantau turut dilakukan di empat negara bagian di AS, mulai dari Minnesota, Atlanta, California, dan Washington.

Foto George Floyd dibawa demonstran. Foto: Sky News.
Foto George Floyd dibawa demonstran. Foto: Sky News.

Bukan cuma sekadar unjuk rasa, di sejumlah wilayah, para demonstran bahkan melakukan penjarahan, dan mobil-mobil polisi dibakari massa.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun, otoritas setempat sampai kewalahan menghadapi aksi unjuk rasa berujung ricuh di beberapa negara bagian. Bahkan Gubernur California Gavin Newsom turut mempersilakan menurunkan pasukan pengamanan nasional lantaran aksi unjuk rasa di sana sudah tak lagi bisa dibendung.

Sepak terjang Floyd

Seperti disitat Sky News, George Floyd bukanlah warga asli Minneapolis. Ia lahir di North Carolina dan sempat tinggal di Houston, Texas. Tetapi, beberapa tahun lalu dia memutuskan pindah ke Minneapolis untuk mencari pekerjaan.

Menurut temannya sejak lama, Christopher Harris, Floyd kerap disapa “Big Floyd” karena tubuhnya yang tinggi dan besar. Floyd sempat menikah dengan Roxie Washington dan memiliki seorang putri berusia enam tahun yang diberi nama Gianna.

Kepada harian Houston Chronicle, Washington mengenang mantan suaminya itu sebagai ayah yang baik. Mereka bekerja sama untuk menjadi orang tua terbaik bagi Gianna.

“Dia mencintai kota ini. Ia datang kemari (dari Houston) dan tinggal di sini demi orang-orang di sini dan kesempatan (di sini),” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close