Trending

China ungkap alasan kerahkan ratusan jet tempurnya ke Taiwan: Itu cuma…

Sejak awal Oktober, ketegangan antara China daratan dan Taiwan meningkat. Bahkan, dalam empat hari pertama bulan Oktober, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengerahkan hampir 150 jet tempurnya ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Ketegangan itu disebut Menteri Pertahanan Taiwan sebagai yang terburuk dalam 40 tahun. Selain itu, dia juga menyebut bahwa China bisa saja menginvasi Taiwan dengan skala penuh pada tahun 2025 mendatang.

Kekinian, China mengatakan bahwa pengerahan itu dilakukan karena sejumlah alasan. Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan China, Ma Xiaoguang, mengatakan penyebab dari ketegangan di bulan Oktober ini adalah adanya persekongkolan antara Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan dengan kekuatan asing serta adanya provokasi untuk kemerdekaan Taiwan.

Jet elektronik China. Foto: Taiwan News
Foto: Taiwan News

Pengerahan jet itu, tambah Ma, merupakan latihan yang ditujukan untuk persekongkolan ini dan mengatasi kegiatan separatis, melindungi kedaulatan negara dan integritas teritorial serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Ma juga mengatakan bahwa latihan militer China di dekat Taiwan merupakan langkah yang adil untuk melindungi perdamaian dan stabilitas.

“(Latihan) Itu cuma tindakan yang wajar,” kata Ma dikutip Reuters, Rabu 13 Oktober 2021.

“Otoritas DPP hanya melebih-lebihkan dengan menyebut (latihan militer) sebagai ancaman. Ini adalah membalikkan yang benar dan salah, serta tuduhan palsu,” lanjutnya.

Bendera Taiwan dan China. Foto: Taiwan News
Foto: Taiwan News

Ma melanjutkan, jika DPP terus melakukan provokasi, maka Taiwan akan berada dalam situasi berbahaya. “Jika DPP dengan keras kepala terus melakukan hal-hal dengan cara yang salah, itu hanya akan mendorong Taiwan ke dalam situasi yang lebih berbahaya,” ujarnya dalam konferensi pers di Beijing.

Terlepas dari komentar Ma, baik Presiden China Xi Jinping maupun Presiden Taiwan Tsai Ing-wen membuat pidato yang relatif adem pada akhir pekan. Xi berjanji untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya dengan cara damai, dan Tsai mengatakan mereka tidak akan tunduk pada RRC.

Taiwan sendiri mengklaim bahwa mereka adalah negara merdeka yang tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan lagi. Sementara China menganggap Taiwan hanyalah provinsi sempalan yang harus disatukan lagi dengan China daratan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close